Sekum PGLII: “Tantangan Gereja Di Cilegon Sebuah Realitas, Tapi Kami Mengasihi Masyarakatnya”

0
Ilustrasi
- Advertisement -Otohits.net, fast and efficient autosurf

WartaMaya.Id, Cilegon- Kabar penutupan sejumlah rumah ibadah umat Kristiani di Cilegon, Banten, kembali hangat diperbincangkan oleh warganet. Hal itu menuai beragam reaksi, Salah satu reaksi itu datang dari Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Gereja-gereja dan Lembag-lembaga Injili (PGLII) Pusat, Pdt. Freddy Soenyoto. Saat dikonfirmasi terkait penolakan sekelompok massa yang terjadi di Kota Cilegon itu, Pdt. Freddy yang juga berdomisili di Banten, mengatakan agar umat Kristen jangan mudah terpancing dengan provokasi kelompok yang menginginkan perpecahan di antara anak bangsa dan tetaplah mengasihi mereka.

“Tantangan bagi gereja Tuhan di Cilegon, baik oleh kelompok tertentu maupun pemerintah setempat adalah sebuah realitas. Walau demikian, mengasihi masyarakat Cilegon jangan sampai terhenti, justru ini sebuah tantangan untuk senantiasa menebarkan Kasih bagi sesama,” kata Pdt. Freddy dalam pesan singkatnya kepada WartaMaya, Rabu Sore, (30/08/2017).

Sekum PGLII Pusat, Pdt. Freddy Soenyoto di salah satu kegiatan PGLII. Foto: Dok. Pribadi

Lebih lanjut Pdt. Freddy mengajak para pemimpin umat Kristen yang tempat ibadahnya ditutup untuk senantiasa optimis dan bersemangat menghadapi tantangan yang ada. Ia mengajak untuk mengasihi mereka yang belum memahami akan perbedaan yang ada.

- Advertisement -
loading...

“Kepada para Pendeta, tetaplah optimis dan bersemangat, walaupun harus mengalami penolakan atas hak beribadah sebagaimana dijamin oleh konstitusi. Terimalah itu dengan suka cita, kasihanilah musuhmu dan doakanlah mereka,” tutup Pdt. Freddy.

Berita terkait warga dan Pemerintah Kota Cilegon resmi menutup gereja yang dianggap ‘ilegal’ di Citangkil mulai hangat diperbincangkan kembali oleh warganet saat ini, diketahui terjadi pada Minggu pagi (23/07/2017) lalu. Hal itu berdasarkan pemberitaan media lokal di Banten. Menurut beberapa keterangan yang dihimpun oleh WartaMaya, mereka yang dilarang beribadah oleh sekelompok massa di Wilayah Cilegon tersebut harus beribadah ke luar Kota Cilegon. Kelompok massa yang menolak peribadatan dan gereja umat Kristen itu juga mendesak pemerintah setempat mengeluarkan Surat Keputusan untuk melarang peribadatan agama tertentu.

- Advertisement -
PenulisNick Irwan
SHARE