ROHINGYA, PAPUA DAN JOKOWI

0
Karikatur
- Advertisement -Otohits.net, fast and efficient autosurf

WartaMaya.Id, – Provinsi Rakhine, Myanmar kembali bergolak. Konflik bernuansa sentimen etnis menyebabkan ratusan ribu warga Rohingya mengungsi tinggalkan daerahnya. Perhatian dunia pun tertuju pada 1 juta warga muslim Rohingya yang tinggal bersama 51 juta warga Budhis Birma.

Tak kurang dari Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan untuk penghentian kekerasan terhadap warga Rohingya di profinsi Rakhine. Bahkan organisasi hak asasi international, Human Rights Watch dan Amnesty International menyebutkan bahwa kekerasan yang menimpa warga Rohingya itu adalah “ethnic cleansing”, pembersihan etnis yang harus segera dihentikan.

Tragedi Rohingya bukan konflik agama

- Advertisement -
loading...

Penting untuk diketahui bahwa tragedi yang menimpa warga Rohingya bukan (murni) konflik agama.

Konflik yang barusan terjadi itu dipicu oleh serangan gerilyawan Rohingya terhadap pos polisi di Rakhine yang menyebabkan dua belas orang polisi Myanmar terbunuh. Hal itu langsung mendorong pihak militer bertindak melawan gerilyawan pemberontak Rohingya. Aksi itu meluas dengan jatuhnya korban pihak sipil yang akhirnya memaksa warga Rohingya mengungsi.

Masalah Rohingya sebenarnya lebih pada faktor demografis, politis dan ekonomis. Suku Rohingya tidak termasuk dalam 8 etnis besar asli Myanmar, yaitu: Bamar, Chin, Kachin, Kayin, Kayah, Mon, Rakhine dan Shan.

Bagi warga Myanmar, suku Rohingya dianggap sebagai etnis Bengali, pendatang dari Bangladesh yang mengungsi dan menetap di wilayah Rakhine saat Myanmar dibawah penjajahan Inggris… [Selanjutnya]

- Advertisement -