Pro-Kontra Yerusalem Harus Tetap Utamakan Perdamaian

0
Talkshow Warna Indonesia tentang pro-kontra Yerusalem. Foto: Nicko
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

Wartamaya.Id, Jakarta- Polemik terkait Yerusalem menjadi topik perdebatan di dunia. Tidak hanya pada tataran para pemimpin negara, pemuka agama dan masyarakat luas, di tataran publik baik di dunia maya maupun dunia nyata pun menjadi perdebatan. Pewarna Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Masyarakat (Yakoma-PGI) merangkum perdebatan yang ada itu lewat talkshow Warna Indonesia dengan tajuk “Pro Kontra Yerusalem dalam Berbagai Perspektif”. Acara itu dilaksanakan di kafe Libry, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis sore, (21/12/2017). Dari berbagai perspektif yang ada, para pembicara bersepakat untuk tetap mendorong perdamaian di Yerusalem.

Talkshow tersebut dihadiri oleh para pemateri dari pelbagai latarbelakang. Pemateri itu antara lain, ahli hukum internasional dari Universitas Hassanudin, Makassar, Dr. Marten Napang, Founder Hadassah of Indonesia, Monique Rijkers, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Gomar Goeltom, cendekiawan Kristen dari Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia, Dr. Audy Wuisan, dan dari gereja Kelihat Mesianik Indonesia, Benjamin Obadyah.

Para pemateri secara argumentatif dan dengan dasar yang dikuasainya, menyampaikan perspektif mereka terkait problematika hubungan antara Israel dan Palestina. Ada yang menyampaikan berdasarkan sejarah perjalanan Israel, ayat dalam kitab suci dan ada pula yang menyampaikan secara ilmiah dengan temuan-temuan yang ada.

- Advertisement -
loading...

Perdebatan lawas yang terjadi di Timur Tengah tersebut kembali memancing reaksi dunia, termasuk masyarakat di Indonesia akibat dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui keberadaan Israel dengan menyatakan bahwa ibu kota Israel adalah Yerusalem. Hal itu sangat erat kaitannya dengan keyakinan tentang nubuatan yang ada dalam kitab suci dan peninggalan sejarah dari agama-agama yang ada, juga terkait pelanggaran resolusi yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

- Advertisement -