Renewable Energy: Harga Mati

0
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

Wartamaya.Id, Jakarta- Belum lama ini ID Next Leader (IDNL) bekerjasama dengan Forum Energi Muda (FEM) menggelar diskusi terbuka dengan tema Renewable Energy: Harga Mati. Acara digelar pada 12 Desember 2019 di Auditorium Microsoft Indonesia, Indonesia Stock Exchange, 18-19 floor, Jakarta Selatan. Tujuan dari acara ini untuk memberikan wawasan pentingnya renewable energy dilihat dari perspektif dampak terhadap lingkungan, memberi pemahaman mengenai renewable energy dari perspektif pelaku industri, nilai keekonomisan renewable energy, dan pentingnya menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan dalam sektor renewable energy kepada generasi saat ini.

ID Next Leader (IDNL) adalah sebuah gerakan strategis, non-profit, dengan semangat untuk: mencari, mengakselerasi, dan menjejaringkan pemimpin-pemimpin potensial Indonesia di masa mendatang, di berbagai sektor, dan berbagai tingkatan. Di lain sisi, Forum Energi Muda merupakan sebuah forum diskusi dan networking bagi mereka yang memiliki ketertarikan dan/atau terlibat di sektor energi. IDNL didirikan oleh Ferro Ferizka dan Hokkop Situngkir. Sedangkan Forum Energi Muda diinisiasi oleh awardee LPDP yang tergabung dalam LPDP Energy Related Studies, namun tidak bersifat eksklusif hanya untuk LPDP awardee.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Arya Sinulingga mengatakan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Bahkan Staf Khusus Kementerian BUMN yang juga menjabat sebagai Komisaris INALUM ini meminta agar acara serupa bisa kembali diadakan lebih sering dan lebih massif.

- Advertisement -
loading...

Diskusi Renewable Energy: Harga Mati menghadirkan enam pembicara dengan Hokkop Situngkir (Direktur PT Waskita Sangir Energi dan juga Executive Director IDNL) sebagai moderator.

Pembicara pertama adalah Rida Mulyana selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan KESDM. Sejak dilantik pada Februari 2019, Rida mengemban tanggungjawab mengembangkan penggunaan renewable energy bagi ketenagalistrikan nasional.

Pembicara kedua adalah Adhityani Putri selaku Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah, pusat kajian kebijakan dan komunikasi strategis untuk energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia. Dhitri telah berkarir selama lebih dari 10 tahun dengan rekam jejak tanggungjawab yang beragam. Mulai dari jurnalisme lingkungan hingga manajemen pengembangan untuk riset kebijakan publik dengan focus pada perubahan iklim, energi berkelanjutan dan efisiensi energi.

Kirana Sastra Wijaya, Senior Partner Umbra Law, menjadi pembicara ketiga. Kirana memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun dalam bidang pengembangan dan pembiayaan energi dan infrastruktur. Specialist dalam power development, power M&A, pembiayaan proyek dan kerjasama pemerintahan maupun BUMD. Ia juga memiliki pengalaman yang signifikan dalam memberikan nasihat dan mewakili klien dalam renewable energy (terutama gheotermal dan hydro).

Selanjutnya adalah Refi Kunaefi, Managing Director Akuo Energy Indonesia. Refi adalah seorang profesional dalam bidang terbarukan. Memulai karir sebagai field engineer Schlumberger, salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam oil & gas service. Di Akuo Indonesia, ia bertanggungjawab mengembangkan portofolio renewable energy lebih dari 500 MW dalam berbagai teknologi. Mulai dari tenaga matahari, air, angin, biomasa, dan Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC).

Pembicara kelima adalah Lukman Adi Prananto selaku Vice President – Strategic Investment dan Partnership PT. PP Energi. Seorang professional yang memulai karir sejak 2010 sebagai Project Engineer di Toshiba dengan spesialisasi pada Thermal Power Plant. Sempat mengabdikan diri sebagai Energy Expert di BAPPENAS, saat ini berkontribusi untuk salah satu BUMN yang berfokus dalam energi yaitu PT. PP Energi.

Yang terakhir, seorang energy specialist yang berasal dari Jerman bernama Florian Kitt. Selain memiliki pengetahuan yang dalam mengenai social, lingkungan dan iklim serta masalah infrastruktur di Asia Pasifik dan Oceania, Kitt pernah bekerja untuk Bank Dunia. Terutama pada bidang yang terkait perubahan iklim dunia.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here