Film “Nina Bobo untuk Bobby” Membuka TFF 2017

0
Para siswi SMP Don Bosco dan produser film "Nina Bobo untuk Bobby" berfoto bersama usai pemutaran film tersebut, yang dihelat di @america, Pacific Place, Jakarta, Selasa petang (14/11/2017). Foto: Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Toleransi Internasional, Hadassah Indonesia bekerjasama dengan @america dan Institute Francais de’Indonesie (IFI) menggelar “Tolerance Film Festival 2017” (TFF 2017). Perhelatan yang akan menyuguhkan edukasi toleransi kepada masyarakat Indonesia melalui sejumlah film dokumenter itu dibuka dengan pemutaran film “Nina Bobo untuk Bobby”, yang berlangsung di auditorium @america, Pacific Place, Jakarta, Selasa petang (14/11/2017).

“Saya bersyukur sekali acara malam hari ini bisa terlaksana, karena proses untuk mengadakan TFF ini cukup panjang. Dan puji Tuhan kita bisa bersama-sama pada malam hari ini, kita bisa bersama-sama memperingati Hari Toleransi Sedunia yang jatuh dan diperingati pada tanggal 16 November setiap tahunnya,” ujar produser film “Nina Bobo untuk Bobby” sekaligus inisiator TFF, Monique Rijkers, ketika mengucapkan kata sambutan di pembukaan TFF 2017.

Sementara itu staf bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kebebasan Beragama Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Clint Shoemake, mengatakan bahwa saat ini isu toleransi masih menjadi sebuah pembahasan penting dan tidak bisa diwujudkan seorang diri. Untuk itu, dirinya meminta agar setiap orang ikut ambil bagian dalam mewujudkan penegakan HAM dan masyarakat yang toleran.

- Advertisement -
loading...

“Saya berharap malam ini kita dapat belajar banyak dan berdiskusi tentang apa yang kita saksikan nanti. Dan yang terpenting dari Tolerance Film Festival ini adalah kita semua memiliki peran untuk mempromosikan HAM dan toleransi, serta bekerjasama di dalam isu yang sangat penting ini,” tutur Clint saat menyampaikan pandangannya di depan para hadirin, sebelum pemutaran film dimulai.

Pembukaan TFF 2017 dan pemutaran film “Nina Bobo untuk Bobby” turut diisi dengan penampilan Paduan Suara siswi SMP Don Bosco Kelapa Gading, yang membawakan lagu “Nina Bobo”. Usai pemutaran film, panitia membuka sesi tanya jawab dengan tokoh utama di dalam film tersebut, yakni Alfred Munzer alias Bobby yang berada di Amerika Serikat, melalui aplikasi Skype. Alfred yang saat ini berprofesi sebagai dokter Spesialis Penyakit Dalam sempat berpesan tentang pentingnya menjaga toleransi, dengan cara menghapus prasangka buruk terhadap orang-orang di sekitar kita yang memiliki perbedaan latarbelakang, seperti suku, agama maupun ras.

Baca Juga :  FH UKI Gelar Diskusi Tentang Perlindungan Konsumen

Film “Nina Bobo untuk Bobby” sendiri merupakan satu dari 13 film-film dokumenter yang mengisi TFF 2017. Film berdurasi 40 menit itu berkisah tentang masa kecil Bobby. Bobby kecil dilahirkan pada 23 November 1941 di Den Haag, Belanda, saat rezim Hitler tengah melancarkan operasi “Holocaust” di daratan Eropa pada masa Perang Dunia II. Ia kemudian berhasil lepas dari intaian kematian setelah berpisah dengan orang tua kandungnya dan disembunyikan oleh sebuah keluarga Indonesia di sana, yakni keluarga Madna.

Meski berdarah Yahudi, Bobby tetap memperoleh kasih sayang yang tulus dari keluarga Madna. Sejak bayi Bobby dirawat oleh seorang wanita muslim yang membantu keluarga Madna, bernama Mima Saina. Bagi Bobby, Mima tak hanya menjalankan peran sebagai ibu pengganti, namun ia mendeskripsikan Mima layaknya seorang wanita sederhana “berhati emas” yang rela mempertaruhkan hidup bagi dirinya. Kenangan yang selalu membekas di dalam ingatan Bobby adalah kebiasaan Mima yang selalu menyanyikan lagu “Nina Bobo” untuk dirinya, saat menjelang tidur.

- Advertisement -