Kisah Hidup Seorang Senator yang Inspiratif

0
(Kiri-kanan): istri dari Djasarmen Purba, Rasmi Merikany Saragih; Djasarmen Purba SH., MH; dan perulis otobiografi Hidup Adalah Ibadah, Jannerson Girsang. Foto: Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Kisah hidup seseorang seringkali tak bisa ditebak.  Perputaran roda kehidupan terkadang membawa manusia ke puncak kejayaan ataupun jatuh ke titik nadir. Namun poin penting dari perjalanan hidup yang penuh liku itu adalah adanya sebuah keyakinan akan kekuatan Ilahi yang selalu menopang. Nilai-nilai itulah yang coba disampaikan Djasarmen Purba SH.,MH, kepada banyak orang. Kisah inspiratif dari Senator yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau dan Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) itu diabadikan ke dalam sebuah otobiografi berjudul “Djasarmen Purba SH., MH, ‘Hidup Adalah Ibadah: Anak Holang Bangkei’,” serta diluncurkan bertepatan dengan pembukaan Rapat Pimpinan Nasional  (Rapimnas) MUKI, yang diadakan  di Hotel Bunga Bunga, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu malam (01/11/2017).

“(Judul) ‘Hidup Adalah Ibadah’ ini, merupakan pergumulan pak Djasarmen selama bertahun-tahun, bahwa hidup ini tidak sekedar hidup begitu saja. Dia (hidup) harus bermanfaat, dia harus percaya bahwa Tuhan ada dan dia mengerjakan sesuatu dengan prinsip takut akan Tuhan,” ujar Jannerson Girsang, penulis dari otobiografi Djasarmen Purba, ketika menyampaikan kata sambutannya.

Jannerson sempat menceritakan tentang bagaimana dirinya terinspirasi saat menggarap otobiografi tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya hampir tidak menyangka tentang kisah pahit yang pernah dijalani oleh Djasarmen dan keluarganya, termasuk ketika suami dari Rasmi Merikany Saragih itu harus melakoni hidup dengan menjadi seorang pengawas bangunan hingga supir taksi, di Jakarta, usai mengalami ‘kejatuhan’ di tahun 1988 . Namun, lanjut Jannerson, semua itu dilewati Djasarmen dengan ikhlas dan cara yang positif.

- Advertisement -
loading...

“Mungkin kita tidak bisa membayangkan kalau pak Djasarmen ini sekitar tahun 1989, tidur di atas kertas Koran di sebuah kamar di Pasar Minggu, setelah beliau sebelumnya adalah seorang manajer. Ketika beliau jatuh seperti itu, beliau tidak pergi ke cafe. Kalau sekarang ini kan jatuh sedikit (pake) narkoba, atau cari hiburan di cafe. Tetapi beliau malah membaca dan menulis. Artinya, semua persoalan harus dilalui dengan kegiatan yang baik. Hanya kegiatan baik bisa menghasilkan yang baik,” ujar Jannerson.

Baca Juga :  FH-UKI Menuju Level Internasional

Dikesempatan yang sama Djasarmen Purba mengutarakan bahwa otobiografi dirinya justru membuat ia merasa semakin kecil di hadapan Tuhan. Ia berharap, buku setebal 530 halaman itu dapat menginspirasi banyak orang tentang bagaimana memberi diri bagi Tuhan dan sesama.

Sebetulnya apa yang diceritakan oleh pak (Jannerson) Girsang tadi itu terus terang saja bukan untuk hanya meng-ego-kan saya. Saya justru merasa semakin kecil di hadapan Tuhan. Tuhanlah yang pimpin. Jadi buku ini bukan tentang bagaimana supaya Djasarmen Purba, tidak. Tetapi, tentang bagaimana pengalaman saya sehingga hidup adalah ibadah, bahwasannya hidup ini adalah ibadah kita bagi Tuhan,” tutur Djasarmen.

Djasarmen Purba dilahirkan di Hitei Urat, Simalungun, Sumatera Utara, pada 5 Agustus 1947. Selain menjabat sebagai Ketua Umum MUKI, saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia)  untuk wilayah Batam periode 2015 hingga 2020. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Batam periode 2004 hingga 2009, dan saat ini melayani sebagai Senator dari Kepulauan Riau untuk yang kedua kalinya (2009-2014 dan 2014-2019) usai mengantongi 83.748 suara.

- Advertisement -