500 Tahun Reformasi Gereja, HKBP Sudirman Bangkitkan Kembali Spirit Reform Lewat “Brain Battle”

0
Pembukaan kegiatan Brain Battle 2017 yang diselenggarakan oleh HKBP Sudirman pada tanggal 21, 28 dan 29 Oktober 2017. Foto: Istimewa
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta– Lima ratus tahun sudah usia Reformasi digaungkan oleh Marthin Luther, sang pelopor pembaharuan gereja. Gerakan pembaharuan yang digagas pada tahun 1517 itu mendorong Seksi Sekolah Minggu gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) jemaat Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda gereja tentang semangat cinta Firman Tuhan yang telah dibuktikan oleh para pelaku Reformasi gereja. Wujud dari semangat pembaharuan dan kecintaan terhadap Firman itu coba dinyatakan melalui penyelenggaraan lomba “Brain Battle 2017”, yang diadakan pada 21, 28 dan 29 Oktober 2017.

“Jadi sebenarnya tujuan kita itu, yang pertama adalah memperingati 500 tahun Reformasi gereja ya. Dan itu merupakan momen penting buat kita untuk menyadarkan, mengingatkan kembali kepada adik-adik Sekolah Minggu, Remaja, Naposo Bulung, Ama maupun Ina atas kecintaan mereka terhadap Firman Tuhan,” ujar salah seorang pengajar Sekolah Minggu di HKBP Sudirman yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Brain Battle 2017, Daniel Sitio, ketika ditemui WartaMaya.Id di lokasi acara, Sabtu (28/10/2017).

Dalam Brain Battle 2017, HKBP Sudirman melombakan kategori internal yang diikuti oleh para siswa Sekolah Minggu kelas VI-VII dan Guru Sekolah Minggu. Selain itu, turut pula dilombakan Brain Battle kategori Eksternal yang diperuntukan bagi Siswa, Seksi dan Guru Sekolah Minggu, serta kategori Umum.

- Advertisement -
loading...

“Untuk materi yang kita ujikan dalam Brain Battle itu ada yang berasal dari Alkitab, tokoh-tokoh Reformasi gereja seperti Marthin Luther dan ada juga tentang para martir. Selain itu topiknya ada juga dari Kidung Jemaat dan Buku Ende. Untuk di final itu kita ada babak rebutan berupa babak tebak tokoh dan ada juga babak tebak lagu,” kata Daniel lebih lanjut.

Daniel juga menjelaskan bahwa rangkaian soal yang dipersiapkan untuk Brain Battle kali ini dirancang secara khusus dan dijamin independensinya.

Peserta Brain Battle 2017 yang berasal dari lintas Ressort HKBP. Foto: Istimewa

“Untuk perancang (soal) ini kita ada tim pembuat soal khusus. Tim pembuat soal itu ada gabungan dari Seksi Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu lainnya yang tidak ikut di dalam perlombaan tersebut. Jadi mereka memang dipersiapkan khusus untuk merancang soal dan bebas dari intervensi untuk menjamin independensi,” imbuhnya lagi.

Baca Juga :  GBI Klarifikasi Terkait Mundurnya Pdt. Erastus Sabdono

Yang cukup menyita perhatian adalah saat penampilan lima orang perserta cilik yang beradu cermat di babak “Grand Final Brain Battle Anak Sekolah Minggu kategori kelas VI-VII”, yang dihelat pada Minggu siang (29/10/2017). Selain menebak dan menyanyikan pelbagai lagu pujian, mereka juga diwajibkan menjawab sebanyak 70 soal yang ditanyakan oleh dewan juri melalui mekanisme kecepatan dalam menekan bel. Pertanyaan yang dilemparkan kepada mereka seputar pengetahuan sejarah Kekristenan di era mula-mula hingga perjalanan hidup dari para tokoh gereja, seperti nama akademi yang didirikan oleh John Calvin di Jenewa; nama universitas tempat Marthin Luther menimba ilmu; nama kota tempat dilangsungkannya Konsili Nicea; hingga menyebut judul Nats yang membawa sang penginjil di Tanah Batak, Ingwer Ludwig Nommensen, kepada kesembuhan. Selain itu mereka juga diminta untuk menjawab serta menyebut ayat-ayat hafalan yang telah dipersiapkan.

Sementara itu, Humas Panitia Brain Battle, Mamimpin Simangunsong yang didampingi Ketua Seksi Sekolah Minggu HKBP Sudirman, Reinhard Rajagukguk, menjelaskan bahwa tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini adalah pengingat kembali akan semangat Reformasi gereja, terutama kaitannya dengan konsistensi pelayanan yang telah diperlihatkan oleh mereka semasa hidupnya. Kegiatan positif seperti yang dilakukan HKBP Sudirman ini, diharapkan agar terus berkesinambungan dan menjadi contoh bagi gereja-gereja yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kita ingin semua dapat mengingat dan meniru karakter dari para pelaku Reformasi yang telah menunjukan cara hidup mereka bagi Tuhan. Dengan adanya kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai tokoh reformasi di kalangan Sekolah Minggu. Kami sangat berterimakasih pada TUHAN, kegiatan ini mendapatkan dukungan dan partisipasi yang sangat aktif dari jemaat, terlihat di kategori umum, mulai dari Anak Sekolah Minggu, Remaja, Naposo, Ama dan Ina sangat bersemangat mengikutinya,” jelas  Mamimpin Simangunsong, Guru Sekolah Minggu sekaligus Humas Panitia Brain Battle SM 2017.

Selama 3 hari, tercatat sebanyak 18 gereja lintas Resort HKBP berpartisipasi dalam kegiatan Brain Battle 2017 yang dihelat oleh HKBP Sudirman. Total keseluruhan terdapat 88 orang peserta yang antusias mengikuti lomba ketangkasan otak tersebut.

- Advertisement -