Sambung Rasa Lewat Warna Muda Indonesia

0
Pengurus DPP Pewarna Indonesia berfoto bersama dengan para narasumber usai Diskusi Interaktif yang diadakan oleh Pewarna Indonesia dan Yayasan Komunikasi Indonesia, Kamis siang (26/10/2017). Foto: Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) bekerjasama dengan Yayasan Komunikasi Indonesia menyelenggarakan acara “Warna Muda Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang, sekaligus menjadi kegiatan Sambung Rasa di antara para pemuda yang hadir.

Diadakan di pendopo Yayasan Komunikasi Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis siang (26/10/2017), acara yang dikemas dalam diskusi interaktif dengan diiringi instrumen akustik itu dibuka dengan menyanyikan secara bersama-sama lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pewarna ID sendiri menghadirkan 3 orang pembicara utama, yaitu Ketua Umum GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati), Pastor Jeffry Tambayong; perwakilan Pengusaha Muda, Soleman Matippanna; dan anggota DPRD DKI Jakarta, Sereida Tambunan.

Jeffry Tambayong mengawali sesi diskusi interaktif dengan mengajak kaum muda untuk mengenali tantangan yang mesti di hadapi oleh generasi saat ini. Ia kemudian memamparkan fakta mengejutkan terkait peredaran narkoba yang menjerat kaum muda di Indonesia, khususnya Jakarta. Jeffry kembali mengatakan, data yang dipublikasikan oleh Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional), Komjen Pol. Budi Waseso, menjelaskan bahwa wilayah Jakarta telah menyumbang angka yang sangat besar untuk kategori penyalahgunaan narkoba dengan mayoritas penggunanya adalah generasi muda. Pendiri komunitas BFAD (Bikers Fight Against Drugs) itu  juga mengingatkan soal fakta historis, betapa besarnya dampak destruktif narkoba terhadap suatu Negara jika tidak ditangani secara serius.

- Advertisement -
loading...

“Indonesia ini tinggal tunggu waktu seperti ketika China ditaklukan oleh Inggris pakai perang candu (opium),” ujar Jeffry.

Pembicara kedua, Soleman Mattippana, mewakili pengusaha muda Indonesia berbicara soal kiat-kiat kewirausahaan. Selain berbicara kiat kewirausahaan, Sarjana Teknik Elektro dari Univesitas Hasanuddin itu juga mengajak kaum muda yang hadir untuk ikut menjadi pionir dalam merevolusi mental anak bangsa, yakni melalui cara pembinaan moral dan spiritual tanpa melihat latar belakang profesi yang diemban saat ini.

Baca Juga :  Konsultasi Nasional HKBP 2018 Membawa Perubahan Di Masa Mendatang

“Ini bisa menjadi pemicu bagi kaum muda untuk bisa berbuat bagi bangsa dan Negara ini,” tutur Direktur Rajawali Buana Teknik dan pendiri Yayasan Karmel Ministry Indonesia itu.

Dikesempatan yang sama ketika menutup sesi pemaparan, Sereida Tambunan angkat bicara tentang bagaimana menjadi pribadi yang berdampak bagi orang-orang di sekitar, terutama masyarakat. Anggota DPRD dari Dapil (Daerah Pemilihan) Jakarta Selatan itu kemudian menyoroti seputar pentingnya mengedepankan semangat kemajemukan di Jakarta, dengan mendorong partisipasi pemuda Jakarta dalam membangun dan mengembangkan budaya lokal. Menurut Sere-sapaan akrab dari Sereida Tambunan- bentuk aplikatif dari pelestarian budaya lokal itu bisa dilakukan melalui cara yang cukup sederhana.

“Nah kita dari pemuda-pemudanya yang saat ini sedang peduli dengan pelestarian budaya Betawi (harus) punya komitmen, bahwa kami para pemuda-pemudanya setiap hari Rabu wajib memakai baju encim. Saya minta supaya kita juga bisa menggunakan simbol-simbol Betawi,” kata Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jakarta itu.

Diskusi interaktif Warna Muda Indonesia turut diisi dengan sumbang saran dan tanya-jawab dari sejumlah perwakilan kaum muda yang datang dari beragam institusi, antara lain GAMKI, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), mahasiswa UKI (Universitas Kristen Indonesia) dan sejumlah STT (Sekolah Tinggi Teologi) yang ada di Jakarta.

- Advertisement -