Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar?

0
Broer Ivan (kiri). Foto: Ist
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

Broer Ivan yang terkasih.

Selama setahun belakangan ini saya menghadapi situasi yang cukup merepotkan. Sebagai pasangan yang ingin memberikan masa depan terbaik bagi putra semata wayang kami, saya dan suami memutuskan untuk bekerja keras dan menabung untuk biaya pendidikan putra kami yang saat ini baru menginjak usia 8 tahun. Di sela kesibukan, kami tetap meluangkan waktu untuk menemani putra tercinta saat tiba waktunya belajar. Namun, bisa dibilang, anak kami sangat malas untuk belajar. Ketika tiba waktunya untuk mengerjakan PR atau menghafal pelajaran, putra saya lebih memilih untuk menonton televisi. Kami pernah menyiasatinya agar berkonsentrasi dengan mengajaknya untuk belajar di kamar tidur. Namun setelah ditinggal selama 10 menit, kami mendapatinya hanya menggambar obyek-obyek yang menjadi kesukaannya, seperti mobil ataupun  robot. Kami tak heran jika nilainya di sekolah pun tergolong di bawah rata-rata. Jujur, saya memang memanjakannya dan tidak sampai hati untuk memarahi buah hati kami.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimanakah cara mengatasi kondisi anak kami yang malas belajar seperti ini?

- Advertisement -
loading...

Besar harapan kami agar Broer mau merespon pertanyaan ini.

Terima kasih.

Manda Valeria (35)- Langowan, Sulawesi Utara

  

Ibu Manda di Langowan,

Mendidik Anak memang tidaklah mudah dilakukan. Ada pepatah bijak yang mengatakan “Monkey see, Monkey Do”. Jika di artikan pepatah ini ke dalam bahasa Indonesia kira-kira memiliki makna  “Guru kencing berdiri Murid kencing berlari “. Jadi, anak- anak cenderung belajar dari apa yang orang tua ajarkan. Tidak mudah mengajarkan disiplin kepada buah hati kita, saya ambil contoh: jika orang tua mau anaknya belajar mengerjakan Pekerjaan Rumahnya (PR) dengan baik, janganlah dibarengi dengan memutar televisi secara bersamaan pada waktu jam belajarnya. Sehingga anak-anak kita pun akan mengerti bahwa mereka tidak diperbolehkan menonton televisi saat tiba waktunya belajar.

Para orang tua pun hendaknya dapat meluangkan waktu untuk menemani anaknya pada saat belajar di rumah. Mungkin ini terdengar menjemukan bagi sebagian orang tua, apalagi bagi mereka yang sudah seharian penuh mencurahkan segala pikirannya untuk bekerja. Tetapi paling tidak, buatlah anak kita untuk disiplin dalam belajar dan terlibat langsung di dalamnya. Memang butuh waktu untuk mencapai hal yang dimaksud, namun ketika anak telah mampu mandiri belajar pada jam yang menjadi kebiasaannya, maka kebiasaan ini akan terus dilakukan olehnya dengan penuh tanggung jawab dan hati yang senang, dikarenakan disiplin dan tanggung jawab sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya meskipun ia masih berusia dini. Di situlah orang tua dapat menjalankan fungsi dan perannya untuk bisa mengajak buah hatinya menjadi lebih rajin belajar.

Lalu  Bagaimana  Cara Mengatasi Kondisi Anak yang Kurang Suka Belajar?

Ibu Manda, sebagai orang tua kita tidak boleh kalah lalu mendiamkan kondisi ini, apalagi hal itu bisa menciptakan dampak yang besar bagi perkembangan buah hati kita di masa depan kelak. Tidak ada orang yang pintar dengan tidak belajar. Thomas Alfa Edison sang legendaris, penemu bola lampu pijar yang temuannya dipakai hingga saat ini mewarisi banyak lagi penemuan penting di bidang ilmu pengetahuan serta teknologi. Semua itu ia dedikasikan untuk kemajuan umat manusia. Walaupun di sekolah Ia tidak belajar secara maksimal, akan tetapi di rumahlah ia banyak menghabiskan waktu dan menjadi sangat suka belajar, serta mencoba secara terus menerus seputar apa yang menjadi objek penemuannya itu. Di sisi lain, peran sang Ibundanya sangatlah besar dalam membimbing serta menemani Thomas Alfa Edison kecil disaat waktu belajar di rumah. Cara inilah yang membuat Ia cemerlang.

Jadi Ibu Manda tidak perlu khawatir secara berlebihan, karena ada cara yang tepat yang bisa ibu kerjakan atau jalankan bersama dengan anak terkasih. Melibatkan suami juga diperlukan agar pembagian tugas dalam menemani anak belajar lebih dapat dioptimalkan.

Beberapa Point Penting untuk Mengatasi Malas Belajar Pada Anak:

  1. Ciptakan Suasana Ruang Belajar yang Menarik Serta Tidak Membosankan Anak

Anak-anak di usia 8 tahun selalu memiliki karakter idola lain selain ke dua orang tuanya. Jika ibu memiliki sebuah ruangan lebih di rumah, tidak ada salahnya ruangan tersebut dimanfaatkan dengan menambahkan pernik-pernik kesukaan anak kita, seperti dinding dari ruangan belajar diberi hiasan dengan foto atau poster idola dari si anak dikamar belajar itu. Tentunya meja belajar juga sangat diperlukan.

  1. Gunakan Buku yang Menarik

Untuk step awal buatlah hubungan yang baik dengan buah hati kita. Carilahlah buku cerita dengan gambar yang menarik, namun tidak perlu menggunakan yang terlalu tebal. Ceritakanlah kepada anak buku mengenai kisah yang ada di buku tersebut di ruangan belajar atau sebelum Ia mulai belajar. Tidak usah terlalu lama, saya rasa 10 menit sudah cukup. Cara ini efektif untuk membangkitkan mood anak menjadi baik, juga dapat membentuk hubungan baik antara orang tua dengan anak serta juga untuk memulai melatih disiplin anak.

  1. Jelaskan Manfaat Belajar

Ceritakan kepada buah hati kita dengan memakai contoh orang-orang terkenal dunia, bahwa mereka menjadi sukses dan terkenal oleh karena kerja keras yang mereka lakukan, termasuk dengan cara rajin belajar. Tanyakan juga, apakah buah hati anda mau memraih cita-cita seperti yang telah mereka lakukan? Teruslah memotivassi buah hati anda.

  1. Jangan Terlalu Lama

Di usia kanak-kanak, waktu belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah haruslah dibuat agar  se-enjoy mungkin. Jadi tidak perlu waktu yang lama dalam belajar, tetapi Anda harus tetap kosisten dalam penyampaiannya. Selaku orang tua, Anda tidak perlu memaksakan buah hati belajar berjam-jam. Menurut pengalaman saya, waktu belajar yang tepat untuk usia anak-anak cukup 1 jam, yang bisa Anda lakkukan sebelum waktu tidur si buah hati dan dilakuan secara konsisten. Cara ini tergolong cukup baik.

  1. Jangan Emosional

Yang harus selalu kita ingat selaku orang tua adalah jangan sekali-sekali berkata bodoh kepada buah hati kita pada sewaktu menemani mereka belajar. Mendidik anak memang gampang-gampang sulit, oleh karena itu redamlah emosi tersebut, sebaliknya, latihlah mereka untuk menjadi pribadi yang lebih teliti lagi. Jangan sungkan untuk mengeluarkan kalimat-kalimat pujian dan ajakan untuk terus maju. Motivasi model ini akan membuat anak menjadi lebih semangat dari pada menggunakan kalimat yang bisa menyebabkan anak kita menjadi malas belajar.

 

  1. Buatlah Suatu Hal yang Tidak Mereka Suka Menjadi Menarik

Terkadang anak menjadi malas belajar dikarenakan ia tidak menyukai mata pelajaran tersebut. Contoh, pelajaran berhitung atau matematika. Pelajaran ini menjadi momok bagi anak-anak yang tidak menyukainya, namun orang tua bisa membantu anak dengan menyampaikan pelajaran tersebut melalui cara yang menyenangkan, seperti dengan permainan visual, berhitung dengan jari dan lainnya sehingga anak bisa tetap mau mengikuti pelajaran tersebut walau sebelumnya ia kurang menyukai.

Selamat mendidik buah hati Anda.

Broer Ivan

*Penulis adalah praktisi Pendidikan Anak Usia Dini dan pengamat bisnis

Bagi anda yang ingin berkonsultasi terkait Pendidikan Anak Usia Dini, silahkan mengirimkan email ke:

broerivanluntungan@gmail.com

- Advertisement -
PenulisRedaksi
SHARE