Kuliah Di Luar Negeri, Berdoa Dan Berusaha

0
Mahasiswa dan mahasiswi Penn State Law, Pennsylvania, Amerika Serikat. Foto: FB Penn State Law
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Nurindah Melati Monika Romanti Simbolon, mahasiswi di Universitas Negeri Pennsylvania (Penn State Law) berbagi pengalaman untuk para mahasiswa dan mahasiswi yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri, khususnya di Penn State Law, Amerika Serikat. Tips tersebut diceritakan Monika kepada WartaMaya, berikut nukilan pernyataannya terkait persiapan yang perlu diperhatikan.

“Usahakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus di atas 3.50, karena ada beberapa universitas hukum di Luar Negeri menentukan syarat IPK dan jika ingin mendapatkan beasiswa dari Universitas tersebut paling tidak IPK harus segitu karena saingannya seluruh dunia. Tentunya mereka akan pilih yang lebih tinggi. Jadi untuk teman-teman yang masih kuliah masih mempunyai kesempatan untuk belajar dengan giat. Untuk teman-teman yang IPK kurang dari 3.50 jangan patah semangat, carilah kampus yang menerima IPK kamu dan masukan pengalaman organisasi kamu selama ini. (ini bisa menjadi nilai plus),” kata Monika.

Percaya diri serta niat untuk serius melanjutkan studi harus dipupuk terus, jangan ada keraguan karena menurut Monika, keraguan hanya akan membunuh mimpi untuk mencapai cita-cita.

- Advertisement -
loading...

“Yakinkan dirimu bahwa kamu sangat berniat untuk melanjutkan studi di luar negrei, hilangkan keraguan, karena keraguan akan membunuh mimpimu,” ujarnya.

Setelah itu lanjut Monika, mulailah tentukan jurusan (studi) yang diinginkan dan alasan kenapa memilih studi tersebut. Setelah mendapat jawabannya, mulailah mencari informasi tentang universitas yang diinginkan tersebut. Setelah informasi dirasa cukup kemudian segera lengkapi persyaratan yang diperlukan.

“Setelah mendapatkan beberapa referensi universitas yang diminati, sekarang saatnya mulai mengumpulkan persyaratan yang diminta. Pada dasarnya sih yang diminta oleh berbagai universitas itu selain ijazah dan transkrip (yang sudah di translate dalam bahasa inggris) dan dokumen dasar lainnya. yang kamu perlu perhatikan dan mulai dipersiapkan dari awal adalah TOEFL/IELTS, surat referensi (biasanya dua buah) dari dosen dan atasan di tempat kerja,  kalau belum kerja bisa minta dari dekan serta motivation letter, personal statement dan cv,” tambah Monika

Monika juga menyarankan agar menunjukan kelebihan yang dimiliki, karena pihak universitas di Luar Negeri terutama yang tidak ada proses wawancara akan menilai lewat kriteria yang dicantumkan di motivation letter.

Baca Juga :  IPWL: Anggaran Minim, Rehabilitasi Pengguna Narkoba Kurang Maksimal

“Nah, di motivation letter ini juga perlu kamu perhatikan karena biasanya mereka (terutama yang enggak ada interview) akan menilai apakah kamu sesuai dengan kriteria mereka atau enggak adalah berdasarkan si motivation letter ini. Makanya disini kamu tunjukkan kelebihan diri kamu dan juga kasih alasan yang jelas kenapa kamu ingin kuliah di universitas tersebut,” tambahnya lagi.

Selain hal tersebut di atas, disarankan pula untuk mencari beasiswa yang mungkin saja di apply nantinya.

Beasiswa itu ada banyak macamnya, ada yang harus dapat beasiswa dulu baru penentuan universitasnya belakangan (misalnya, Fulbright scholarship). Lalu ada juga beasiswa yang mensyaratkan untuk harus ada LoA/Letter of Acceptance dari universitas yang dituju baru bisa apply beasiswanya seperti LPDP yang merupakan beasiswa dari Pemerintah Indonesia, ada juga beasiswa dari  dengan negara yang dituju (misalnya untuk Inggris, beasiswa Chevening), AAS  dan ada juga beasiswa yang disediakan dari universitas yang dituju itu sendiri, kamu bisa cek di website universitas-nya langsung). Seperti saya mendapatkan beasiswa dari universitasnya langsung yaitu dari Penn State Law,” kata Monika.

Hal terkahir dan yang tidak kalah pentingnya menurut Monika adalah kehendak Yang Maha Kuasa, karena menurut Monika lagi, manusia diperbolehkan berencana yang disertai usaha untuk mengapai mimpi, namun hanya Tuhan saja yang dapat menentukan mimpi itu terwujud. Peran dan dukungan keluarga juga sangat diperlukan dalam usaha itu, jadi minta juga restu dan peran serta keluarga.

“Manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan. Serahkan semuanya mimpi mu dan usaha yang sudah kamu lakukan kepada Tuhan. Percayalah Tuhan telah merencanakan masa depan yang terbaik untuk mu. Dan jangan lupa untuk minta restu kepada orang tua. Saya bersyukur dan berterimakasih bahwa orang tua saya bpk. Drs. Mujur Simbolon (papa) dan Surti Limbong (mama) dan adik-adik saya yaitu Lena, Yolanda, Ari dan Vero yang selalu mendukung saya dalam mencapai impian saya untuk dapat melanjutkan studi di AS,” tutup Monika.

- Advertisement -