Bagaimana Cara Melindungi Anak dari Bahaya Narkoba?

1
Broer Ivan (kiri). Foto: Istimewa
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

Dear Broer Ivan,

Akhir-akhir ini saya menyaksikan pemberitaan di banyak media massa terkonsentrasi pada berbagai peristiwa politik di dalam dan luar negeri.  Namun banyak hal-hal besar yang sepertinya luput dari perhatian kita semua, yakni permasalahan narkoba yang masih menjadi mimpi menakutkan, khususnya bagi para orang tua seperti saya. Yang menjadi ketakutan saya adalah, para Bandar Narkoba tidak lagi hanya mengincar para orang dewasa dan remaja, namun juga anak-anak usia Sekolah Dasar di Ibu Kota hingga ke daerah.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

- Advertisement -
loading...

Bagaimana cara melindungi anak-anak kita yang masih berusia sekolah, khususnya Sekolah Dasar, seperti halnya saya yang memiliki anak di kelas V SD, dari bahaya Narkoba? Mengingat kami para orang tua kadang terkendala dengan waktu pengawasan selama mereka mengikuti jam belajar-mengajar.

Terima kasih

Deitje Mailangkay (42)-Teling Atas, Manado, Sulawesi Utara.

Ibu Dietje  di Teling, Manado

Saya dapat merasakan kekhawatiran Anda, karena saya sendiri merupakan orang tua dari 3 orang anak. Salah seorang anak saya saat ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saya pun prihatin dengan keadaan sekarang ini, di mana Indonesia merupakan sebuah Negara besar yang telah lama menjadi target atau sasaran dari bandar-bandar narkoba lokal sampai Internasional. Dari pengamatan saya, ada sekitar  66  jenis obat-abatan yang di sebut narkoba di Indonesia. Tetapi yang paling populer dipakai oleh para pengkonsumsi narkoba sebanyak  4 jenis, yaitu Ganja, Shabu, Ekstasi dan Putaw. Tentu ke-4 jenis narkoba ini memiliki efek yang sangat merusak, dapat menyebabkan seseorang hilang ingatan, hingga berakhir pada kematian.

Peredaran narkoba merusak generasi muda dan anak-anak kita, dari pusat hingga ke daerah. Tak bisa dipungkiri, wilayah Sulawesi Utara (Sulut) seperti kota Manado, juga kota-kota lainya di wilayah Sulut sudah dimasuki oleh jaringan pengedar narkoba. Para pengkonsumsi narkoba cendrung meningkat. Berdasarkan data BNN Sulut, saat ini pengguna narkoba sudah menginjak di angka 42,000 jiwa.  Miris sekali, masih saja ada bandar narkoba yang mengintai kota yang memegang teguh nilai-nilai keagamaan, seperti Manado.

Belakangan ini kita juga dihebohkan dengan beredarnya jenis obat PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol) di Kendari, yang menyebabkan 53 murid SD mengalami kejang dan mual sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit. Bahkan, satu orang harus meregang nyawa. Obat itu diduga dijual dengan kisaran harga Rp. 1,000-1,500 perbutirnya. Sangat ironis, saat kita menyadari bahwa anak-anak SD pun turut dijadikan sasaran.

Ibu Dietje, narkoba adalah musuh kita bersama. Untuk itu, mari kita bersatu memeranginya dan jangan pernah  takut. Anak-anak kita adalah aset keluarga dan bangsa yang harus kita jaga, kita pelihara dan kita sayangi sampai dewasa kelak. Mari lakukan langkah pencegahan narkoba, agar tidak masuk ke dalam lingkaran anak-anak kita dengan cara sebagai berikut :

 

  1. Pencegahan dari Dalam (Internal preventive)
  • Biasakan untuk selalu berkomunikasi dengan anak-anak kita baik yang sudah dewasa, terlebih dengan mereka yang masih anak-anak. Tanamkan nilai-nilai religius lewat cara beribadah bersama dengan mereka. Anda bisa membiasakan mereka untuk melakukannya secara bersama-sama di malam hari sebelum tidur, atau pada pagi hari sebelum memulai aktivitas.
  • Biasakan berdialog dengan anak-anak kita, tentang bahaya narkoba bagi kehidupan mereka. Jelaskan mengenai berbagai efek negatif dari narkoba, hingga efek mematikan yang dikandungnya . Terangkan juga 4 jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi.
  • Memonitor gaya pergaulan anak-anak kita menjadi sebuah langkah penting selanjutnya. Berikan pemahaman agar mereka menjaga jarak dari teman-teman yang ditenggarai mengkonsumsi narkoba. Selaku orang tua, Anda harus tahu betul di mana anak Anda, dengan siapa, dan apa yang dilakukan sewaktu bergaul.
  • Waktu bermain memang diperlukan, terutama dalam rangka meningkatkan kepekaan sosial anak-anak kita, khususnya yang masih duduk di Sekolah Dasar. Guna menyiasati waktu bermain yang berlebihan, Anda bisa mendorong agar putra-putri anda berpartisipasi di kegiatan-kegiatan yang positif, seperti ekstrakurikuler. Sehabis pulang sekolah, ajak mereka untuk berolah raga, mengikuti kursus seni musik, bahasa dan lainnya. Sehingga waktu yang mereka miliki lebih berkualitas dan menyumbang manfaat yang positif bagi kehidupan mereka kelak di masa yang akan datang.
  1. Pencegahan dari Luar (External preventive)
  • Orang tua harus pro aktif melaporkan jika melihat adanya gejala atau tanda pengkonsumsi narkoba di sekitar anak-anak kita. Gejalanya kadang sederhana, yakni terlihat dari mata yang memerah, fly seperti orang mabuk, bahkan di tingkatan yang lebih lanjut terlihat dari cara berbicara yang cenderung ngawur. Gejala ini bisa juga dilihat dari perilaku  yang kurang sopan, bahkan tidak tahu malu. Anda bisa berkoordinasi dengan pihak guru di Sekolah untuk melaporkan hal ini ke pihak yang berwenang.
  • Selaku orang tua kita juga harus mewaspadai untuk melaporkan jika melihat adanya indikasi transaksi penjualan narkoba. Dari berbagai kasus, para pengecer Narkoba tidak lagi takut untuk melakukan transaksi di area publik, seperti halnya di tempat parkir atau tempat sepi lainnya. Baik penjual maupun pembeli sangat lihai dalam berkamuflase saat akan melakukan transaksi. Jika Anda menemukan gejala yang mencurigakan segera laporkan dan jangan bertindak seorang diri.
  • Bagi para ibu rumah tangga, kebiasaan menjemput anaknya di sekolah menjadi cara yang sangat jitu dalam membina kedekatan hubungan antara anak dengan orang tua. Melalui cara ini Anda bisa mengontrol  buah hati Anda dari kegiatan-kegiatan yang tidak produktif
  • Tak ada salahnya jika Anda mengikuti berbagai seminar tentang narkoba yang biasa diadakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) atau instansi-instansi terkait. Dengan partisipasi model ini akan sangat membantu para orang tua untuk memperkaya cakrawala pengetahuan seputar bahaya narkoba berikut cara pencegahannya, dimulai dari lingkup keluarga. Dengan demikian, kita turut mempelopori lahirnya para pionir anti narkoba di lingkungan kita sendiri. Mari, jadilah motor untuk pencegahan penyebaran narkoba bagi orang tua lainya.

Semoga tulisan ini bisa membantu anda.

Broer Ivan

*Penulis adalah praktisi pendidikan anak usia dini dan pengamat bisnis

- Advertisement -
EditorRedaksi
SHARE