Aliansi Kebinekaan Dukung Pemerintah Terkait Perppu Ormas

0
Sahat Sinurat ketua GMKI saat Wawancara diwawancarai oleh wartamaya.id
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Aliansi Kebinekaan angkat bicara terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas). Dengan disahkan dan diberlakukannya Perppu Nomor 2 tahun 2017 sebagai perubahan atas Undang Undang Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, maka Perppu Ormas tersebut merupakan sebuah peraturan yang wajib dipatuhi oleh setiap orang dalam  perwujudan komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI. Hal itu dijelaskan saat  konferensi pers yang digelar Kamis lalu (28/9) oleh Aliansi Kebinekaan.

“Kami tidak ingin DPR sebagai salah satu lembaga tinggi negara bisa ditekan dan diintervensi oleh kelompok kelompok tertentu, penegakan Pancasila disetiap organisasi sangatlah penting karena menyangkut keberlangsungan, eksistensi dan keutuhan NKRI,” jelas Aliansi Kebinekaan yang terdiri dari GMKI, PMII, GMNI, PMKRI, KMHDI dan HIKMAHBUDHI.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP-GMKI) Sahat Sinurat menjelaskan ada beberapa poin yang disuarakan oleh Aliansi Kebinekaan itu. Berikut ini merupakan kutipan dari poin yang disuarakan;

  1. Mendukung Pemerintah menjalankan Perppu nomer 2 tahun 2017 tentang Ormas dengan tetap mengedepankan kemanusian yang adil dan beradab
  2. Meminta pihak berwajib menegakan supremasi hukum dengan menindak tegas individu dan organisasi yang melakukan tindakan mengganggu ibadah umat beragama, persekusi, SARA di media sosial.
  3. Menghimbau masyarakat untuk kritis terhadap isu dan arus informasi agar tidak cepat terhasut serta terprovokasi dengan berita dan informasi yang tidak benar (hoax).
  4. Meminta pemerintah melaksanakan reforma agraria sejati, membuat kebijakan perdagangan yang mendukung produsen serta pedagang kecil dan menengah.
  5. Pentingnya setiap elemen masyarakat menjaga Persatuan Nasional dan tidak terpengaruh dengan kepentingan elit ataupun kelompok yang sedang berupaya memecah belah bangsa dan masyarakat.
- Advertisement -
loading...

Saat ditemui WartaMaya.Id, Sahat Sinurat mengatakan bahwa, tuntutan yang mereka ajukan merupakan sebuah respon dari adanya sejumlah kegaduhan yang terjadi di Tanah Air. Maka dari itu mereka berpesan kepada pemerintah untuk kembali fokus menangani persoalan radikalisme, persoalan korupsi dan persoalan pertanian.

Baca Juga :  Alasan Sidang Sinode GBI 2018 Ditunda Agustus 2019

“Kami mahasiswa sebagai garda terdepan untuk menjaga persatuan Nasional, jangan sampai masyarakat kita dibodoh-bodohi dan terpecah-belah serta terperdaya oleh konflik yang dimainkan oleh kelompok kelompok lainnya,” tegas Sahat.

- Advertisement -