Kisah Herman Di Palang Perlintasan Pondok Cina

0
Herman, Penjaga Palang Perlintasan Kereta Api. Foto : Herwin Gultom
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Depok- Menjaga palang pintu perlintasan kereta api bukanlah pekerjaan mudah, fisik yang prima dan konsentrasi tinggi sudah tentu diperlukan guna menjalankan tugas ini. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Herman (40), seorang sukarelawan penjaga perlintasan kereta api di wilayah Depok, Jawa Barat ketika ditemui WartaMaya, Jumat (29/9/10).

Sebagai seorang sukarelawan penjaga pintu perlintasan kereta api di wilayah Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, ia harus memahami betul kapan kereta api akan melintas. Semua itu dilakukannya demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin melintasi lokasi tempat dirinya mengabdi, selama ini.

Dulu, kata Herman, jarang ada warga di sekitaran wilayah Pondok Cina yang mau secara sukarela membantu menjaga palang pintu perlintasan. Mungkin saja kata Herman, menjaga perlintasan kereta api tidak banyak menghasilkan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.

- Advertisement -
loading...

Pintu perlintasan yang dijaga Herman terbilang padat di waktu sibuk, terutama pada pagi dan sore hari. Lebih jauh ia bercerita, tak jarang pengguna jalan yang melintas di jalur persimpangan yang menghubungkan wilayah Beji dan Margonda itu, kata Herman, sering terjadi insiden.

Herman, Penjaga Palang Perlintasan Kereta Api. Foto : Herwin Gultom

Bagi Herman, menjaga pintu perlintasan kereta api tanpa penghasilan tetap (sukarela) merupakan tugas mulia. Herman tak sendiri, pria yang sudah 18 tahun bekerja menjaga pintu perlintasan itu dibantu oleh sejumlah temannya.

“Tugas di pintu perlintasan ini dibagi menjadi 3 shift, yaitu pagi, siang dan malam hari,” jelas Herman.

Bermodal sebuah ember kecil yang ia letakan di tiang palang pintu, ia menanti keikhlasan hati para pengendara yang melintas untuk menyisihkan sedikit rezeki bagi ia dan teman-temannya guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Keberadaan Herman dan rekan-rekannya menjaga perlintasan kereta api, menarik perhatian Andi (30), salah seorang pengendara motor yang sehari-hari melintasi wilayah itu. Andi berharap, suati saat instansi terkait dapat ikut memperhatikan kesejahteraan orang-orang seperti Herman.

Baca Juga :  Inilah Kisah Singkat Tunggul Wulung, Penginjil di Tanah Jawa

Bagus juga sih ada penjaga palang pintu kereta disini. Jadi, warga yang melintasi rel ini bisa aman melintas. Harapan saya pribadi sih agar pihak dari Kereta Api Indonesia memberikan perhatiannya kepada penjaga palang pintu kereta di sini, dimana tugas mereka juga berhubungan dengan nyawa,” ujar Andi.

- Advertisement -