Home Warta Kita Aksi 29/9, KH. Ma’ruf Amin: Harusnya Tidak Perlu Ada Aksi

Aksi 29/9, KH. Ma’ruf Amin: Harusnya Tidak Perlu Ada Aksi

0
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Purwadi dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin

WartaMaya.Id, Jakarta – Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Purwadi menyambangi Rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin di Gang Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Rabu (27/09/2017).

Ketua MUI KH Ma’aruf Amin mengatakan kedatangan Kapolda dan Wakapolda beserta jajaran lainnya untuk bersilaturahmi. Namun kebetulan Kapolda sedang ada pengamanan, maka disini Wakapolda dan pejabat utama Polda Metro yang hadir.

Pak Wakapolda dengan jajaran datang untuk bersilaturahmi saja, sarapan pagi,” ujar Ma’aruf Amin kepada pewarta yang ada di lokasi.

Menurutnya, selain bersilaturahmi, ia bersama pejabat Polda Metro membicarakan kehidupan di DKI Jakarta, akhir-akhir ini, agar bisa menjaga kondisi negara khususnya ibukota supaya bisa tenang dan kondusif tidak ada konflik.

“Kita bersama ulama dan umaro bekerjasama mengamankan dan merawat kondisi yang baik. Kegiatan silaturahim dengan pejabat Polda Metro ini sudah sering dilakukan,” pungkasnya.

Selain Wakapolda Metro yang bersilaturahmi dengan Ketua MUI, terlihat juga Kabid Humas Polda Metro, Kombes Argo Yuwono, Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono dan Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto.

Terkait, aksi 29/9 yang akan dilakukan Alumni aksi 212 dengan menggelar unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 29 September 2017. Mereka ingin menyampaikan aspirasi menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI)

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’aruf Amin mengimbau kepada massa, agar tidak perlu menggelar aksi 299, tersebut. Karena akan bisa menimbulkan kegaduhan.

“Kalau benar masih adanya PKI, kita tinggal melaporkan saja dan tidak perlu dengan demo yang bisa menimbulkan kegaduhan,” ungkap Ma’aruf Amin.

Menurutnya, demo-demo seperti itu, sudah tidak perlu lagi, karena soal PKI sudah selesai dan orang PKI sudah mati semua. Ia tambahkan masalah PKI sudah selesai, karena sudah menjadi ketetapan MPRS nomor 25 tahun 1966 tentang pembubaran PKI.

“Saya kira sudah selesai, masalah PKI ini dan kalau kata presiden pukul apa gebuk saja kalau PKI masih ada,” tuturnya.

Ma’ruf Amin menyebut, pihaknya juga ingin agar, massa tidak melakukan aksi terkait perpu ormas, karena semua bangsa Indonesia sudah sepakat komitmen dasar negara itu pancasila, dan tidak boleh ada dasar lain yang bisa menggantikan pancasila. Dimana kalau ada indikasi ada pihak lain yang ingin mengganti pancasila maka harus dicegah.

“Jadi ketika undang-undang yang ada belum cukup pemerintah boleh membuat perppu yang sifatnya untuk pencegahan. Walaupun perppu itu kan akan diuji oleh DPR diterima atau tidak diterima,” pungkasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Translate ยป