Mempererat Toleransi Melalui Paduan Suara

0
Ketua Panitia FPSG ke-9, Ruth Hutagalung, saat memberi sambutan di babak Grand Prix FPSG. Foto: Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Ada begitu banyak cara yang bisa ditempuh dalam rangka mempererat toleransi antar umat beragama di Indonesia. Salah satunya adalah melalui dunia Paduan Suara. Inilah yang terlihat di penyelenggaraan Festival Paduan Suara Gerejawi (FPSG) ke-9 yang diadakan oleh gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) jemaat Pasar Rebo. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaan dari sejumlah tim paduan suara yang berasal kalangan non Kristen, di acara yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 23 September 2017.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa (festival) paduan suara gerejawi ini diikuti oleh dua kelompok, yaitu kelompok gerejawi dan kelompok umum. Yang mana kelompok umum diikuti oleh beberapa paduan suara universitas dan organisasi-organisasi lainnya di luar gerejawi,” kata Ketua Panitia penyelenggara FPSG ke-9, Ruth Hutagalung, saat memberi kata sambutan di babak Grand Prix FPSG, yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Sabtu malam (23/9/2017).

Pada kesempatan itu Ruth turut menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat mendorong kaum muda gereja untuk lebih giat dalam mempopulerkan nilai-nilai toleransi, khususnya melalui dunia paduan suara.

- Advertisement -
loading...

“Hari ini kita menjadi saksi bahwa melalui paduan suara campuran umum, kita adalah sebagai pelaku-pelaku dan agen-agen perubahan. Toleransi antar umat beragama itu sudah kita lakukan di tempat ini, pada saat ini, dan (oleh) kita semua yang ada di tempat ini,” imbuhnya.

Ketika dihubungi WartaMaya pada Minggu pagi (24/9/2017), Ruth menjelaskan bahwa HKBP Pasar Rebo memang secara khusus mengadakan kategori Paduan Suara Campuran Umum untuk diikuti oleh kalangan non gerejawi. Ia optimis festival tersebut dapat menjadi wadah guna menjaga semangat kerukunan.

“Tujuan dibuatnya kategori ini salah satunya adalah sebagai wadah untuk saling menjaga semangat toleransi antar umat beragama melalui dunia paduan suara, karena pesertanya adalah lintas agama,” pungkasnya.

- Advertisement -