Pemerintah Incar Pasar Afrika dan Timur Tengah Dalam Agenda Perdagangan

0
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Dalam rangka meningkatkan hubungan perdagangan antara negara-negara Anggota Kerjasama Islam (OKI), Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengadakan workshop membahas perjanjian preferensi perdagangan sesama negara OKI. Acara tersebut digelar di Hotel Arya Duta, selama dua hari dari tanggal 13-14 September 2017, dengan tema Trade Preferential System among the Member States of the Organization of Islamic Cooperation (TPS-OIC), bekerja sama dengan Islamic Centre for Development of Trade (ICDT) dan COMCEC Coordination Office (CCO).

Disela acara lokakarya, Dody Edward, Staf Ahli Bidang Hubungan International-Kemendag mengatakan lokarkarya yang diadakan selama dua hari ini, sesuai mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana. Asil rapat itu diputuskan, Presiden Jokowi menginginkan target perdagangan Indonesia harus merambah di wilayah Afrika dan Timur Tengah.

“Untuk mewujudkan agenda itu, Kemendag segera melakukan workshop ini. Tujuannya untuk mempercepat sinergi antar kementerian dan lembaga agar prefererensi perdagangan antar anggota OKI ini dapat segera berjalan,” kata Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward, saat diwawancarai, 13 September 2017.

- Advertisement -
loading...

Lokakarya tersebut dihadiri puluhan peserta yang terdiri atas para stakeholders sistem preferensi perdagangan OKI dan perwakilan kedutaan besar negara anggota OKI di Indonesia. Selain itu, Dody juga berharap forum lokakarya yang digelar itu bisa saling berbagi pengetahuan antara pemangku kepentingan di Indonesia dan para tenaga ahli dari ICDT.

“Dalam agenda lokakarya, dibahas tata cara implementasi TPS-OIC dan peluang peningkatan kerja sama Indonesia di OKI. ICDT akan menjadi fasilitator bagi peserta lokakarya untuk mengetahui lebih dalam praktik implementasi TPS-OIC di negara OKI, dan bagaimana Indonesia dapat melakukan penyesuaian terhadap ketentuan perdagangan dalam kerangka TPS-OIC,” ujarnya.

Baca Juga :  Konsultasi Nasional HKBP 2018 Membawa Perubahan Di Masa Mendatang

Lokakarya tersebut juga diharapkan nantinya menghasilan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan oleh Indonesia, sehingga mampu mendorong percepatan proses ratifikasi sistem preferensi perdagangan antara negara anggota OKI.

Lokakarya ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk menjelaskan kepentingan Indonesia kepada ICDT dan CCO mengenai proses ratifikasi dan diharapkan dapat mencari solusi agar perjanjian sistem preferensi perdagangan dengan OKI ini nantinya sejalan dengan kepentingan Indonesia.

“Melalui implementasi sistem perdagangan preferensial antara negara anggota OKI, Indonesia akan memperoleh akses pasar yang sangat luas ke lebih dari 1,6 miliar populasi yang ada di seluruh wilayah negara anggota OKI, dan merupakan pasar non tradisional Indonesia,”ucapnya.

- Advertisement -
PenulisAndreas
EditorNick Irwan
SHARE