BNN Lakukan Penyuluhan Waspada Narkoba Pada Anak SD di Koljem

1
Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Budi Waseso (tengah) saat memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Foto: Ryan
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta – Saat ini bahaya narkoba kerap meneror anak di usia Sekolah Dasar (SD). Menyadari akan hal itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan BNN menggandeng Yayasan Sahabat Putra Nusantar (Sapunusa) melakukan sosialisasi pencegahan penyalagunaan narkoba.

Selain membangun ketahanan mandiri pada anak-anak, program ini ditujukan untuk orang tua agar lebih berperan dan  waspada serta berupaya menjauhkan anak-anak mereka dari penya­lahgunaan narkoba.

Dari pantauan, penyuluhan tersebut juga di selingi dengan contoh dalam bentuk dongeng yang diperankan oleh seniman. Dalam dongeng tersebut di ceritakan seorang anak SD yang jajan sembarangan dan di iming-imingi permen yang membuatnya pintar.

Penyuluhan BNN di Kolong Jembatan wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Ryan.
- Advertisement -
loading...

Di akhir dongeng tersebut, kepada anak-anak SD yang hadir,  Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Budi Waseso, mengingatkan untuk tidak jajan sembarangan. Harus hidup sehat dan makan-makanan yang sehat.

Sementara itu Buwas menyebut penyuluhan ini, satu hal di daerah yang rawan dari penyalagunaan narkoba.

“Ini mereka kan anak-anak jalanan. Jadi secara kehidupan ekonominya sangat minim. Namun ancaman mereka sangat jelas. Jadi ancaman narkoba besar,” ujar Buwas di Kolong Jembatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (12/9/2017).

Penyuluhan berlangsung di Sekolah Anak Jalanan (Saja) di Kolong Jembatan Penjaringan, Jalan Petak Baru, RT 07/05, Penjaringan, Jakut yang melibatkan ratusan murid SD beserta orang tua murid. Para orangtua murid diberikan penyuluhan bagaimana menangani agar anak-anaknya tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba.

“Sekarang kebiasaan mereka menggunakan lem itu sudah hal biasa. Itu sebabnya saya dari BNN atau kita menyelamatkan mereka. Sekali karena mereka generasi kita,” ungkap Buwas.

Menurut Buwas, secara umum anak berusia 6-12 tahun sudah banyak yang terkontaminasi oleh narkoba. Buwas menyebut, kalau jaringan narkoba ingin memperkuat pasar-pasar.

Baca Juga :  Ini Kata Pdt. Nus Reimas Tentang Berita Kabar Baik

“Karena generasi pasar sekarang akan punah jika di jijillin narkoba. Karena dengan ketergantungan narkoba bisa mengganggu tubuh. Untuk itu saya bangun kewaspadaan di lingkungan yang rawan narkoba,” tambah Buwas.

- Advertisement -