Alasan GP Ansor dan Banser Konsisten Merawat Kebinekaan

0
Gus Yaqut (tengah) ketika memberi sambutan di acara Tasyakuran HUT ke-72 Republik Indonesia yang diadakan oleh DPP GP Ansor, Senin malam (28/8/2017). Foto : Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.ID, Jakarta- Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan buah manis dari perjuangan anak bangsa. Seperti diketahui bersama perbedaan agama, suku dan bahasa tak menjadi penghalang  bagi bangsa ini untuk bersatu mengusir penjajahan kolonial dari bumi nusantara. Namun, di 72 tahun usia kemerdekaan Republik Indonesia masih saja ada segelintir orang yang bersikap eksklusif dan beranggapan bahwa prinsip keadilan kosial sebagaimana termaktub di Sila ke-5 Pancasila, hanya diperuntukan bagi umat dari agama tertentu. Merespons pemahaman tersebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (DPP-GP Ansor), H. Yaqut Cholil Qoumas, turut angkat bicara soal prinsip keadilan yang menjadi dambaan para pendiri bangsa ketika berjuang demi kemerdekaan Indonesia, di masa silam.

“Meskipun umat Islam ini berjumlah lebih banyak dibanding umat yang lain, tetapi harus diingat sahabat-sahabat sekalian, Indonesia ini tegak berdiri, Indonesia ini merdeka bukan hanya karena perjuangan umat Islam, tetapi juga umat-umat agama yang lain,” kata H. Yaqut Cholil Qoumas ketika memberi sambutan di acara Tasyakuran 72 tahun Kemerdekaan Indonesia yang diadakan oleh GP Ansor, di gedung DPP GP Ansor, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin lalu (28/8/2017).

Pimpinan GP Ansor yang akrab disapa Gus Yaqut, ini, kembali menambahkan bahwa ketika Pancasila ditetapkan, Sila Keadilan Sosial berbicara tentang prinsip keadilan yang diperuntukan bagi seluruh rakyat,  termasuk bagi semua umat beragama yang hidup di Indonesia.

- Advertisement -
loading...

“Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, semua ikut berjuang memerdekakan Negara ini. Jadi konteks umat itu harus kita letakan pada umat semua agama,” imbuhnya.

Gus Yaqut juga mengungkapkan alasan mengapa selama ini Gerakan Pemuda Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) konsisten dalam menjaga hubungan antar umat beragama di Indonesia.

“Ketika kita berhubungan baik dengan sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita dari umat non muslim, itu karena kecintaan kita kepada Negara ini, itu karena kecintaan kita kepada bangsa ini, itu karena kecintaan kita kepada kemanusiaan. Bahwa sahabat-sahabat kita yang tidak memiliki iman yang sama dengan kita, tetapi mereka adalah saudara-saudara kita dalam persaudaraan. Ini yang harus kita tegaskan dan pegang baik-baik,” ungkap Gus Yaqut.

- Advertisement -