Perhatikan Fasilitas Transportasi Publik Sebelum Pembatasan Kendaraan Berlaku

0
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

‌WartaMaya.ID, Jakarta- Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah untuk mengatasi padatnya arus lalu lintas di Ibu Kota Jakarta adalah dengan mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik yang ada, termasuk membuat aturan pembatasan motor di sejumlah kawasan seperti di Jl Rasuna Said dan Jl Jenderal Sudirman yang akan dilaksanakan pada pertengahan September mendatang. Aturan itu menuai pelbagai komentar di dunia Maya. Salah satunya, komentar dari komunitas pengguna roda dua, Arthur. Saat dikonfirmasi WartaMaya lewat pesan singkat, Senin (21/08/2017), Arthur yang juga penyiar radio itu, menyambut positif kebijakan yang ditempuh pemerintah, selama aturan pembatasan yang dilakukan dapat memberikan solusi tepat bagi para pengendara, terutama persoalan mengenai ketersediaan fasilitas transportasi publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Arthur tergabung dalam P2MG (Paguyuban Pengendara Motor GPIB). Foto: Dok. Pribadi

“Pertama soal peraturan itu kan pasti sudah ada pertimbangan dari sana sini, termasuk pastinya mengarahkan masyarakat untuk mengandalkan transportasi umum. Selama transportasi umum itu sendiri sudah bisa diakui kualitasnya, ngga masalah. Tapi yang ditekankan di sini, sebagai warga Jakarta yang berhak mempergunakan fasilitas umum, dalam hal ini fasilitas menggunakan jalan raya, apabila haknya itu dibatasi, sebaiknya batasan itu punya alasan yang kuat dan dialihkan untuk yang lebih baik, jangan sampe timbul kesan sepeda motor dikorbankan dibandingkan kendaraan roda 4 karena beda kelas,” tulis Arthur yang giat mengkampanyekan keselamatan dalam berlalu lintas di siaran Radio Pelita Kasih yang dipandunya.

‌lebih lanjut, pria asal Manado yang bermukim di Jakarta itu mengatakan bahwa membutuhkan proses dari masyarakat untuk menerima setiap kebijakan pemerintah terkait pembatasan kendaraan roda dua di ruas Jalan Ibu Kota, tapi ia yakin dengan adanya solusi yang tepat pasti hal itu bisa diterima.

‌”Belakangan ini , merupakan waktu yang tepat untuk merubah mindset (warga), bahwa tidak selamanya semua itu serba instan, tapi ada proses yang berjalan, tentu ke arah gaya hidup yang lebih baik,” jelasnya lagi
‌Harga sepeda motor yang murah serta mudahnya orang membelinya merupakan persoalan tersendiri. Pemerintah juga harus melihat ke arah itu juga. Sebagai contoh Arthur mengatakan bahwa negara tetangga saja bisa berani memasang harga mahal untuk bisa membeli mobil.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Pedagang Pasar Kemiri Muka Tolak Keras Digusur

‌”Dulu ada batasan usia kendaraan, itu juga ga tau kemana kebijakannya?,” Tutup Arthur ketika dikonfirmasi.

‌ Uji coba pembatasan motor di kawasan Jl Rasuna Said dan Jl Jenderal Sudirman yang sedang hangat dibahas warganet itu, hal itu menyusul sosialisasi yang dilaksanakan pada hari ini, Senin (21/08/2017) oleh instansi terkait. Keterangan yang di dapat bahwa sosialisasi itu akan di evaluasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

‌ Sebelumnya, wacana perluasan kawasan pembatasan motor itu dibahas dalam rapat Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada 8 Agustus lalu. Keputusan dalam FGD itu kemudian ditindak lanjuti dengan rapat koordinasi pada 15 Agustus 2017. Pihak lalu lintas Kepolisian dan instansi terkait saat ini masih terus melakukan sosialisasi mengenai kebijakan itu.

- Advertisement -