Warna Indonesia Dari Kampung Rehobot

1
Foto : Nick Irwan
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.ID, Indramayu- Memperingati Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, sejumlah pewarta yang tergabung di Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) bersama dengan jemaat gereja mengadakan ibadah bernuansa nasionalisme. Ibadah bersama para warga gereja tersebut dilangsungkan di Gereja Kristen Pasundan (GKP) jemaat Tamiyang, Kampung Rehoboth, Kecamatan Jayamulya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis pagi (17/8/2017).

Ketua Majelis GKP jemaat Tamiyang, Pdt. Johanes Simanjuntak S.Si, sebelum ibadah dimulai mengatakan ibadah dan upacara memperingati Kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah rutinitas tahunan yang selalu dilakukan oleh GKP. Melalui momen ini, lanjut Pendeta Johanes, para jemaat juga semakin diingatkan bahwa mereka adalah bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karena gereja juga selalu dalam doa syafaat, dalam apapun itu selalu mendoakan bangsa dan Negara. Sehingga momentum seperti upacara bendera ini dan kebaktian khusus Hari Ulang Tahun Republik Indonesia juga rutin dilakukan, dalam rangka memahami bahwa kita sebagai orang Kristen juga bagian dari Negara Indonesia dan harus mencintai Indonesia,” ujar Pdt. Johanes Simanjuntak ketika ditemui WartaMaya di GKP Tamiyang.

- Advertisement -
loading...

Dalam memaknai HUT ke-72 Republik Indonesia, Pendeta Johanes turut menyampaikan kerinduannya agar para jemaat GKP Tamiyang semakin berperan aktif dalam mewarnai kehidupan masyarakat sekitar.

“Saya banyak berharap supaya jemaat itu lebih banyak mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk juga gereja. Seperti misal, kita lebih banyak membangun ketertinggalan-ketertinggalan di desa ini, perkembangan ekonomi jemaat dan sebagainya. Sehingga, kehadiran kita benar-benar ada maknanya,” pungkas Pendeta Johanes.

Ibadah berlangsung khidmat dan dikemas dengan sebuah upacara singkat. Sejumlah perwakilan remaja GKP Pasundan dipercaya untuk membawa dan mengiringi pengibaran Dwi Warna di dalam gedung gereja. Nuansa nasionalisme semakin terasa disaat seluruh jemaat yang menghadiri ibadah pagi kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, sembari menunjukan sikap hormat kepada sang Dwi Warna. Sementara itu, tiga orang pengurus Pewarna Indonesia dipercaya untuk membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 serta teks proklamasi.

Baca Juga :  Hari Ini Pawai Obor Asian Games 2018 Jakarta, Ini Rutenya

GKP Tamiyang sendiri menyimpan sebuah catatan sejarah. Didirikan pada tahun 1913, gedung gereja ini  turut menjadi saksi bisu bagi sejarah perjuangan bangsa Indonesia, termasuk ketika terjadinya pergolakan pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini GKP Tamiyang menjadi rumah ibadah bagi 90 jemaat Kristen yang mendiami Kampung Rehoboth.

- Advertisement -