Megawati: “Untuk Pancasila, Saya Jadi Apa Saja Mau”

0
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Dewan Pengarah UKP-PIP, Dr (HC) Megawati Soekarnoputri (ketiga dari kiri), saat menghadiri Kursus Politik Pancasila yang diselenggarakan oleh Badiklatpus DPP-PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017). Foto: Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.ID, Jakarta- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP-PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa dirinya mau menjalankan pelbagai peran jika bertujuan untuk kembali mengamalkan ajaran Pancasila di tengah-tengah bangsa Indonesia dan untuk kebaikan masyarakat Indonesia seluruhnya. Perkataan tersebut diucapkan Mega di hadapan para pewarta berita ketika menyampaikan pandangannya seputar Pancasila pada Kursus Politik Pancasila bertema “Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia”, yang diselenggarakan oleh Badiklatpus (Badan Pendidikan dan Latihan Pusat) DPP-PDIP, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017).

“Tentunya semua juga sudah tahu kalau saya diberi pangkat lagi oleh Presiden, yaitu Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Ketika ditanya pak Jokowi, ‘Ibu mau jadi Ketua Pengarahnya?’. (Saya) mau,” tutur Mega kepada para pewarta yang menjadi peserta pada Kursus Pancasila tersebut.

Meski dirinya merupakan seorang  mantan pemimpin Negara, Mega kembali mengatakan bahwa bukanlah sebuah masalah jika ia saat ini mengemban tugas sebagai Dewan Pengarah dari unit kerja di bawah instruksi Presiden. Presiden ke-5 Republik Indonesia, ini, kemudian bercerita tentang masih saja ada tanggapan bernada sinis yang ditujukan kepada dirinya, terkait kesediaannya menjadi Dewan Pengarah di UKP-PIP.

- Advertisement -
loading...

“Lalu banyak orang malah terus bilang, agak sinis, ‘Ibu Mega ini kenapa sih? Kurang apa? Orang sudah sampai Presiden saja. Sekarang kan Unit, kan kecil ya’,” kata Mega menirukan tanggapan sinis yang diarahkan kepadanya.

Menanggapi pandangan miring itu, ia lanjut berkata bahwa seseorang jangan hanya berpatokan kepada kekuasaan semata.

“Lalu saya bilang, ‘Nah itulah kalau orang hanya berpikir kekuasaan’. Untuk Pancasila, saya jadi apa saja mau,” tegasnya.

- Advertisement -