PGI: Waspadai Kemunculan Teroris Berbalut Agama

0
Illustrasi Istimewa
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Sekum PGI), Pdt. Gomar Gultom menyampaikan duka mendalam kepada semua korban. Dalam rilis yang diterima WartaMaya, Minggu (13/05/2018) itu, Pdt. Gomar Gultom juga mengajak kepada para pemimpin agama serta masyarakat agar turut serta meredam segala tindakan kekerasan dengan motif apapun.

“Pertama-tama, saya menyampaikan dukacita mendalam kepada semua korban. Semoga semua keluarga diberikan kekuatan oleh yang Maha Kuasa.

Terkait rangkaian kekerasan oleh para teroris dalam minggu ini (mako brimob dan gereja-gereja di Surabaya) saya hendak menyampaikan:

- Advertisement -
loading...

1. Tindak kekerasan, dengan alasan apa pun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Lihatlah Siria sekarang ini yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan;

2. Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme;

3. Oleh karena itu para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah. Program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat dakwah-dakwahnya;

4. Olehnya, saya menghimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya;

5. Saya juga menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Saya justru menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media;

6. Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tindak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa;

7. Kita tak perlu takut menghadapi ancaman terorisme ini tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada penanganan oleh negara,” demikian keterangan tertulis yang diterima WartaMaya dari Sekum PGI.

Baca Juga :  Kygo Akan Goyangkan Jakarta

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa rangkaian teror yang dilakukan kelompok teroris dimulai dari insiden di Markas Brimob, Depok, Jawa Barat hingga pada pagi ini (Minggu, 13/05) terjadi ledakan bom di tiga gereja berbeda wilayah di Surabaya. Dari keterangan yang dihimpun hingga berita ini diturunkan sebanyak 33 orang menjadi korban.

 

- Advertisement -