Ketum PDTI Nilai Pembubaran HTI Sebagai Langkah Tepat

0
Ketua Umum Persatuan Demokrasi dan Toleransi Indonesia, Arseto Pariadji, siap menjadi garda terdepan dalam melawan virus radikalisme dan terus menularkan sikap toleran di tengah masyarakat. Jakarta, Selasa (09/05/2017). Foto: Nickolas
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.ID, Jakarta – Langkah pemerintah untuk membubarkan organisasi massa (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dinilai sebagai sebuah upaya yang tepat. Pandangan tersebut datang dari aktivis sekaligus Ketua Umum Persatuan Demokrasi dan Toleransi Indonesia (PDTI), Arseto Pariadji. Pemuda yang akrab di sapa Seto itu mengatakan bahwa langkah tersebut seharusnya sudah dilakukan pemerintah sejak dahulu. Ia juga berujar bahwa pemerintah Indonesia dapat berkaca dari tren dunia internasional di mana sejumlah negara telah melarang keberadaan Hizbut Tahrir.

“Menurut saya harusnya itu dilakukan sejak dulu. Karena di Pakistan, Malaysia, bahkan Bangladesh, HT sudah terlarang,” ujar Seto saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Selasa sore (9/5/2017).

Meski masih adanya pro dan kontra di tengah masyarakat terkait pembubaran HTI tanpa melalui mekanisme hukum, khususnya proses peradilan dalam koridor UU Ormas, Seto menilai ada urgensi lain yang mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah pembubaran tersebut.

- Advertisement -
loading...

“Yang kita jaga kan jangan sampai mereka brainwash (cuci otak) orang lain. Itu yang ditakutkan. Jadi memang pencegahan untuk kasus ini (tergolong) special case sih,” imbuhnya. Walau pembubaran HTI tergolong special case, Seto juga mendorong pemerintah untuk tetap memproses langkah tersebut sesuai dengan UU yang berlaku agar iklim demokrasi tetap terjaga.

Sebelumnya pada Senin (8/5/2017), pemerintah Republik Indonesia melalui Menkopolhukam Wiranto mengeluarkan pernyataan membubarkan HTI. Langkah itu ditempuh pemerintah karena menilai HTI sebagai organsasi yang tidak melaksanakan peran positif untuk tujuan nasional. Di lain sisi pemerintah juga menilai HTI telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan azas, tujuan, dan ciri Pancasila serta UUD’45 sebagaimana diatur dalam UU No. 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Aktivitas yang dilakukan HTI juga dinilai telah menimbulkan benturan di tengah masyarakat dan membahayakan keutuhan NKRI.

Baca Juga :  Ini Kata Pdt. Nus Reimas Tentang Berita Kabar Baik

Sementara itu pada minggu sebelumnya Juru Bicara HTI sempat meminta agar tuduhan yang menyatakan HTI sebagai organisasi anti-Pancasila dapat dibuktikan.

- Advertisement -