Paskah Bersama KKK 2019, Warga Kawanua: “Torang Musti Baku-Baku Bae”

0
Foto: Istimewa.
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

Wartamaya.Id, Jakarta- Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) melaksanakan Perayaan Paskah bersama dengan segenap pengurus dari Perkumpulan warga Kawanua (masyarakat Sulawesi Utara) yang ada di Jabodetabek, Grha Oikumene, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu pagi (04/05/2019). Baik KKK versi kepengurusan Ronny Sompie maupun Angelica Tengker, berbaur bersama. Ivan R. Luntungan yang juga pernah menjabat sekretaris KKK wilayah Bogor dan sekitarnya (2009-2014) saat ditemui wartamaya mengatakan, bahwa ini merupakan langkah positif dengan mengutamakan kedamaian dan sukacita lewat momentum Paskah.

“Iyo, ini torang (KKK) musti baku-baku bae supaya ini organisasi boleh kasih lihat budaya dan keindahan Sulut. Tidak ada perbedaan, sukacita dan kedamaian harus diutamakan agar Indonesia makin indah”, kata Ivan yang merupakan salah satu pengurus di Perkumpulan warga Tumaluntung (salah satu kampung di Sulut).

Ivan. R. Luntungan (tengah) berfoto bersama Pengurus KKK, Ronny. F. Sompie (kanan). Foto: Istimewa.

Lebih lanjut, Ivan yang saat ini aktif di Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sebagai Bendahara Umum itu berharap, KKK kedepan harus menjadi pengerak bagi generasi muda dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di pelbagai bidang. KKK diharapkan mampu menjadi tempat bagi warga Minahasa dimanapun berada untuk mengajarkan, melestarikan dan mengembangkan budaya Minahasa.

- Advertisement -
loading...

Senada dengan Ivan, para tokoh Kawanua yang hadir dalam perayaan Paskah 2019 itu berharap ini merupakan langkah baik untuk persatuan organisasi KKK. Diharapkan lewat KKK, budaya dan kearifan lokal yang ada di wilayah Sulawesi Utara dapat terangkat hingga ke dunia internasional.

“KKK akan lebih baik jika mengutamakan persatuan dan kesatuan. Lupakan perbedaan, mari tatap masa depan”, ujar Theo. L. Sambuaga, tokoh Minahasa yang hadir pada acara tersebut.

Ronni. F. Sompie dan Angelica Hahijari-Tengker. Foto: Istimewa.

Sebelumnya, sempat terjadi dinamika dalam kepengurusan organisasi yang berdiri pada tahun 1985 itu. Polemik perdebatan terkait siapa yang menjadi pengurus di organisasi itu menjadi ‘buah bibir’ bagi sebagian masyarakat Sulut yang ada di perantauan (orang Kawanua). Lewat perayaan Paskah bersama 2019 ini, para tokoh Kawanua yang hadir berharap agar adanya persatuan dan kesatuan demi terciptanya misi dan visi organisasi yang lebih baik lagi kedepan.

Ibadah perayaan Paskah itu dipimpin oleh Pdt. Ronny Mandang, ketua Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII). Dalam Khotbahnya dikatakan Perbedaan tidak harus dipertentangkan tapi harus bisa saling melengkapi kekurangan.

“2 Kertas yang berbeda jika sudah menjadi satu, lalu dipisahkan maka duanya duanya akan rusak”, ujar Pdt. Ronni Mandang saat khotbah.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here