Ini Kata Pdt. Nus Reimas Tentang Berita Kabar Baik

0
Pdt. DR. Solfianus Reimas atau biasa disapa Pdt. Nus Reimas bersama istrinya ibu Dientje Reimas, Rabu siang (18/4), saat dijumpai WartaMaya.ID di Jakarta Timur. Foto: Nick
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.ID, Jakarta- Arus informasi saat ini menjadi sangat cepat, bahkan cenderung tidak terkontrol dengan masih banyaknya kabar bohong (Hoax) yang beredar di tengah masyarakat. Tokoh aras gereja nasional Pdt. DR. Nus Reimas mengatakan bahwa media massa hendaknya tetap dalam koridor untuk terus mengedukasi publik. Pendeta yang dikenal humoris dan telah banyak melayani di pelbagai tempat itu juga mengajak para Pewarta Nasrani untuk senantiasa menyuarakan kabar baik dengan tetap menjalankan fungsi kontrol agar menyajikan informasi yang bermutu dan tidak hambar. Hal itu dikatakan saat berbincang santai dengan para Pewarta Nasrani Indonesia (Pewarna ID), di salah satu rumah makan di wilayah Matraman, Jakarta Timur, Rabu siang (18/4/2018).

“Dalam pemberitaan kan ada hal-hal yang harus dikontrol agar tidak melenceng. Nah, kalau sudah melenceng kan mesti jelas seperti apa. Ada hal-hal yang layak dipublikasi dan dikonsumsi publik, jika memang ditemukan kesalahan maka harus di—identifikasi dengan benar sesuai dengan etika yang ada. Kemudian harus juga ada pembelajaran agar publik tercerahkan. Itulah yang dimaksud kabar baik yang membawa damai (solusi),” kata Pdt. Nus Reimas menjelaskan ketika ditanya perihal pemberitaan kabar baik.

Sekalipun obrolan di siang hari itu penuh dengan gelak tawa, namun Pdt. Nus berubah serius ketika mencermati keadaan bangsa Indonesia saat ini yang rawan dipecah belah hanya karena informasi yang mengadu domba. Ia berharap keutuhan dan kesatuan bangsa harus tetap dirawat dan dijaga secara bersama-sama oleh semua komponen bangsa, termasuk para pewarta di media massa. Ketegasan dan kejelasan dalam sebuah penyajian berita sangat penting untuk dapat memahami informasi, terlebih informasi yang bertendensi tertentu. Hal inilah kemudian yang dapat membantu publik memahami situasi yang berkembang.

- Advertisement -