Ketua Bisma Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

0
Ketua Bisma Dr. John. N. Palinggi saat ditemui di kantornya yang terletak di Jakarta Pusat, Selasa (16/04). Foto: Parulian.
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

Wartamaya.Id, Jakarta- Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pesta politik yang diselenggarakan negara untuk warganya, untuk itu partisipasi dan peran masyarakat sangat menentukan sukses dan tidaknya hajatan tersebut. Hal ini dikatakan oleh Ketua Badan Interaksi Sosial Masyarakat (Bisma), Dr. Jhon Palinggi yang ditemui di Graha Mandiri, Jl. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/04/2019). Ia mengajak masyarakat luas untuk menyalurkan Hak politiknya dalam Pemilu 17 April 2019, esok hari.

“Kalau kita menjadi warga negara yang  baik,  warga negara yang memang menghendaki Hak kita  diberikan oleh negara, maka kita juga harus berkewajiban  untuk menjalankan  Hak pilih itu.   Banyak orang menuntut hak kepada negara, saya tidak sejahterah, tidak diperhatikan,  tapi tidak berpartisipasi  dalam rangka menentukan pemimpinnya.   Pemimpin negara ini harus dipilih secara demokrasi. Jadi bagi orang yang tidak menggunakan hak pilihnya jangan banyak bicara  suatu saat membutuhkan negara dan tidak  terpenuhi.  Hak dan kewajiban haruslah seimbang”, ujar Jhon kepada Wartamaya.

Lebih lanjut dikatakan Jhon, tidak menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara merupakan salah satu bentuk ketidakpedulian akan nasib bangsa. Pasalnya, kata Jhon, pemilu merupakan mekanisme yang ada saat ini. Partisipasi pemilih (warga negara) tentulah sangat diharapkan.

- Advertisement -
loading...

Merespon beberapa kejadian terkait pencoblosan seperti yang terjadi di Malaysia dan di negara lain, Jhon menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi karena hal tersebut masih perlu penyelidikan yang mendalam. Ia berharap agar masing-masing pihak tidak saling menyerang dan menyimpulkan terlalu cepat.

“Yang ramai di media sosial itu saling tuduh antar pendukung. Biarkan pihak berwajib dari Indonesia bersama Kepolisian Malaysia yang menindak lanjuti kasus itu. Kita jangan terlalu cepat mengadili orang, biarkan proses hukum berlangsung.  Nanti akan tahu mana yang benar dan mana yang salah.  Kita jangan membuat masalah makin keruh, belum ada acuan untuk saling menyalahkan, itu terlalu  cepat”, katanya.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here