Indocer Ikut Bekali Guru Pelosok Dengan Skill Enterpreneur

0
Sekretaris Umum Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas (Indocer) Dr. Hauw Santosa S.Th.,M.A.,Ph.D, saat ditemui WartaMaya di Pusat Pendidikan Transformasi Indonesia, Kamis (5/4/2018). Foto: Ronald
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Sentul- Guru memiliki peranan inti dalam mencerdaskan generasi muda bangsa. Dalam melaksanakan tugas mulianya sebagai tenaga pendidik, tak jarang para guru mesti menghadapi pelbagai tantangan yang cukup berat. Pelbagai tantangan tersebut datang mulai dari medan yang berat hingga masalah kesejahteraan di medan pelayanan tempat mereka ditugaskan. Merespon keadaan itu Sekretaris Umum Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas (Indocer) Dr. Hauw Santosa S.Th., M.A., Ph.D, berkata bahwa para guru yang melayani masyarakat mesti mendapatkan pendidikan tambahan di bidang enterpreneurship. Pendidikan enterpreneurship tersebut, menurut Dr. Hauw, diperlukan demi mendukung perekonomian guru ketika melayani di daerah.

“Di dalam pelatihan ada dua materi wajib yang kami sampaikan, yakni pendidikan efektif, dan yang satu lagi adalah mengenai pelayanan. Saya juga ikut menyisipkan materi mengenai ekonomi kemasyarakatan atau ekonomi usaha kecil, karena latar belakang saya juga dari pengusaha,” jelas Dr. Hauw kepada WartaMaya di Pusat Pendidikan Transformasi Indonesia yang terletak di wilayah Sentul, Jawa Barat (5/4/2018).

Dr. Hauw juga menambahkan bahwa pengalamannya di dunia bisnis ikut ia tularkan kepada pada pendidik Transformasi yang akan dikirim ke daerah. Sharing pengalaman itu ditekankan kepada pengoptimalan Sumber Daya Manusia dan manajemen keuangan.

- Advertisement -
loading...

“Karena saya punya banyak sekali karyawan jadi saya tahu bagaimana memaksimalkan potensi mereka. Saya ajarkan juga bagaimana cara mengelola modal yang sedikit untuk mendapatkan hasil yang besar itu caranya seperti apa,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Yayasan Transformasi Indonesia, sebesar 60% guru yang dikirim ke medan pelayanan juga menjalani aktivitas sebagai pedagang ataupun bertani.

“Sebagian besar berdagang, ada juga yang beternak atau bercocok tanam di lahan mereka. Bahkan ada juga yang bila ada kesempatan ke kota mereka sempatkan untuk berbelanja, istilahnya kulakan. Lalu mereka jual kembali di desa, tentunya dengan harga yang lebih fair ketimbang berbelanja di tempat lain,” ujar CEO Crystal Land Development itu.

Baca Juga :  Kygo Akan Goyangkan Jakarta

Di penutup, Dr. Hauw berharap agar para guru Indocer makin berbaur dengan masyarakat sekitar, termasuk ikut memberikan solusi bagi kesulitan yang mereka hadapi di sana.

Jadi mereka ini bisa dibilang sudah menjadi enterpreneurlah. Mereka juga belanja obat-obatan dan sebagainya. Jadi guru-guru kita juga banyak ikut mengambil peran di sana,” tutupnya

- Advertisement -