Kabupaten Jayapura Perkuat Sinergitas dengan Indocer

0
Sekretaris Umum Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas Dr. Hauw Santosa S. Th., M.A., Ph. D, (pertama kiri) saat menerima kunjungan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw SE., M.Si, (kedua kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam S.T., M.T (ketiga kiri) di Pusat Pendidikan Transformasi Indonesia Cerdas yang terletak di Sentul, Jawa Barat, pada Kamis pagi (5/5/2018). Foto: Nick Irwan
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Sentul- Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, kembali memperkuat sinergitas dengan gerakan Indonesia Cerdas (Indocer) terkait peningkatan dan pemerataan mutu pelayanan pendidikan di wilayah itu. Upaya penguatan kerja sama lanjutan dipimpin oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw SE., M.Si, dengan menemui langsung Sekretaris Umum Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas Dr. Hauw Santosa S. Th., M.A., Ph. D, di Pusat Pendidikan Transformasi Indonesia Cerdas yang terletak di Sentul, Jawa Barat, pada Kamis pagi (5/4/2018).

“Indonesia Cerdas dengan Kabupaten Jayapura sudah sepakat dalam membuat terobosan-terobosan penting. Apalagi dari pak Mathius sudah mengatakan bahwa Jayapura itu harus mengalami terobosan mental dan spiritual supaya bisa mandiri dan menjadi berkat bagi seluruh Papua, Papua Barat, bahkan seluruh Indonesia,” kata Dr. Hauw Santosa mengawali tanya jawab dengan sejumlah awak media.

Dalam paparannya ia juga mengatakan bahwa Indocer memiliki program yang sejalan semangat Pemerintah Jayapura. Terlebih, dari total 315 guru yang sudah dikirimkan oleh Indocer ke Jayapura terbukti mampu menyuntikan semangat positif bagi para guru lokal.

- Advertisement -
loading...

“Kita juga latih sedemikian rupa sehingga tidak ada kecemburuan sosial antara guru kita (Indocer) dengan guru yang sudah ada, sehingga mereka bisa membaur,” imbuh Dr. Hauw Santosa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam S.T., M.T yang turut mendampingi Bupati Jayapura memaparkan peran Indocer memiliki pertalian erat dengan salah satu visi misi dari pemerintah Kabupaten Jayapura yang ingin mewujudkan “Jayapura Cerdas”. Namun, di sisi lain ia juga tak menampik seputar adanya fakta tantangan pendidikan di Jayapura maupun di seluruh Papua, yakni ketiadaan guru di sekolah-sekolah.

“Hasil survei sebuah lembaga dengan Indocer mengatakan, di Papua hampir lima puluh persen guru itu tidak masuk kelas, tidak mengajar. Memang itu hasil survei, seluruh Papua dan memang kondisi itu menjadi lemah. Kemudian adanya kekurangan guru juga ikut memperlambat peningkatan kualitas pendidikan,” papar Alpius.

Baca Juga :  Mengenal Tunggul Wulung, Penginjil Tanah Jawa Lewat Sendratari

Ia kemudian lanjut memberi penjelasan bahwa dengan peranan Indocer di Jayapura dalam mengirimkan tenaga pengajar maupun memberikan pelatihan bagi guru lokal turut mendongkrak mutu pendidikan di banyak wilayah di Jayapura, termasuk di Kecamatan yang terpencil.

“Dalam waktu dua tahun mereka (Indocer) bekerja itu hasilnya sangat signifikan. Sebelumnya daerah yang lebih banyak mendapat juara itu di Kota Sentani. Tetapi pada tahun 2016 itu berbalik kemudian daerah pinggiran sudah mulai bersaing. Pada 2017 itu lebih signifikan lagi, daerah pinggiran dengan Kota itu lebih berimbang prestasinya,” jelasnya lagi.

Sementara itu Bupati Jayapura dalam kesempatan tersebut bertutur bahwa Pemerintah Daerah Jayapura akan terus berupaya mengejar pemerataan mutu di bidang pendidikan. Kehadiran tenaga pendidik Transformasi Indocer, jelas Mathius, sangat diapresiasi tak hanya oleh Pemerintah namun juga oleh masyarakat luas.

“Kita sudah bekerjasama dengan Indonesia Cerdas sejak tiga tahun lalu. Penerimaan masyarakat sangat luar biasa terhadap mereka dan ini merupakan perubahan yang luar biasa pula,” ucap Mathius.

Lebih lanjut Bupati Jayapura berkeinginan menggandeng Indocer menjadi mitra kerja mereka dalam merumuskan sebuah pendekatan baru bagi kemajuan pendidikan di wilayahnya. Pendekatan yang baru itu nantinya diharapkan bisa menjadi sebuah model bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia yang memiliki tantangan serupa.

“Ke depannya kita ingin merumuskan suatu pola penting, mungkin juga untuk bisa memberikan masukan kepada pemerintah bahwa merubah mindset masa depan Indonesia untuk lebih hebat ini perlu ada pendekatan-pendekatan lain, dan kita bisa pertanggungjawabkan itu agar Negara bisa mengadopsi model pendekatan ini,” tambah Mathius Awoitauw.

- Advertisement -