Saksi Pelapor Kecewa Dengan Persidangan Kasus Ijazah Palsu

0
Suasana persidangan kasus dugaan ijazah palsu PGSD yang diterbitkan oleh STT Setia, Rabu (4/4). Foto: Nick Irwan
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.ID, Jakarta- Saksi pelapor dari kasus ijazah palsu program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang diselenggarakan oleh STT Setia, Frans Willem Ansanay angkat bicara terkait proses persidangan yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dari keterangan via telepon yang didapat oleh redaksi WartaMaya, Rabu malam, (4/4/2018), Frans menduga bahwa proses peradilan sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya menduga bahwa persidangan kasus penerbitan ijazah PGSD oleh STT Setia sudah tidak benar. Seolah-olah, dalam praduga saya, bahwa hakim ini sudah menjadi pembela terdakwa. Seolah-olah materi persidangan sudah tidak substansial, tidak melihat pada bukti-bukti yang ada. Malah bertanya kenapa yayasan (YBSI) bubar,” jelas Frans menanggapi hasil persidangan pada Rabu siang (04/04/2018).

Lebih lanjut dikatakan Frans bahwa, jika memang terdakwa diputus bebas dari semua tuntutan hukum maka, pengadilan juga harus mengeluarkan ketetapan dari ijazah yang dipermasalahkan tersebut. Ijazah PGSD yang telah dikeluarkan oleh STT Setia dan telah dipakai untuk melamar pekerjaan oleh para korban harus juga mendapat pengakuan dari negara, artinya ijazah itu sah. Dengan demikian, masih menurut Frans, para guru (korban ijazah PGSD) yang status kepegawaiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil mendapatkan keadilan.

- Advertisement -