Polres Pelabuhan Tj Priok Tangkap Pelaku Prostitusi Online

0
beberapa barang bukti yang berhasil di amankan aparat kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (3/3/2018)
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta – Perkembangan teknologi tidak hanya bisa memberikan dampak positif, tetapi juga dampak negatif bagi penggunanya. Ironisnya aktivitas prostitusi sudah tak hanya menggunakan sistem konvesional, namun online pun kian marak dilakukan.

Saat ini para lelaki hidung belang sudah banyak menggunakan sistem booking online (BO) di Jakarta. Kebanyakan mereka menggunakan aplikasi chatting yang bisa diunduh disemua smartphone.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok pun berhasil menangkap pelaku prostitusi online berinisial FR (19) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (1/3). FR berperan sebagai mucikari yang menawarkan sejumlah perempuan melalui situs internet.

- Advertisement -
loading...

Pengungkapan tersebut berawal saat anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengamankan dua orang wanita yang menjadi korban prostitusi online di Hotel d’Arcici Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/3) Malam.

“Setelahnya anggota kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap FR yang berperan sebagai mucikari,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso, Jumat (3/3/2017).

FR ditangkap saat berada di rumahnya di Jalan Salemba Utan Barat, Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur.
Diketahui FR bertugas menawarkan sejumlah perempuan melalui situs online dengan mematok harga tertentu.

“Pelaku memasang iklan di situs internet yang menawarkan perempuan untuk di-booking dengan harga Rp 1,2 juta sampai dengan Rp 1,6 juta,” ucap Eko.

Eko menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai Rp 2,5 juta, tiga buah handphone, kartu ATM dan buku tabungan serta sejumlah pakaian dalam.
Selanjutnya mucikari dan korban beserta barang bukti diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU RI No 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 506 KUHP,” tambah Eko.

- Advertisement -