Agen Wisata Rohani Deklarasikan IPTAA

0
Para deklarator IPTAA berfoto bersama Ditjen Bimas Kristen Kemenag, Prof Thomas Pentury (Tengah) yang hadir dalam deklarasi itu di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (1/3). Foto: Jhon.
- Advertisement -Best Domain & Hosting!

WartaMaya.Id, Jakarta- Sebanyak 33 dari 54 biro perjalanan wisata ziarah rohani kristiani mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Penyelenggara Tour Ziarah Indonesia (IPTAA – Indonesia Pilgrimage Travel Agencies Association), di Hotel Luminor Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dalam deklarasi tersebut Maurizio Arifin Koeswara terpilih menjadi Ketua Umum IPTAA periode 2018 – 2021. Sekjen dipercayakan pada Agnes Surya, Bendahara Maria Goretti Sukasti dan Clarisa, serta Penasihat Jonki Ananta Koeswara dan Lim Mulyadi.

Maurizio Arifin mengatakan, sejak tahun 1990 banyak bermunculan biro perjalanan wisata yang mengkhususkan diri pada wisata ziarah di luar negeri seperti Mesir, Israel, Yordania maupun negara lainnya seperti Perancis, Portugal dan Italia yang dikenal dengan kota abadi Roma.

- Advertisement -
loading...

Hal ini ditambah lagi dengan masuknya beberapa perusahaan penerbangan yang mulai membuka penerbangan ke tempat destinasi tersebut dimulai dengan kehadiran Royal Jordan pada era 1990 an dan disusul Emirates Airlines, Etihad Airways, Qatar Airways dan terakhir Oman Air.

“Disebutkan untuk menampung dan mewadahi organisasi, diperlukan suatu asosiasi yang khusus untuk menampung biro perjalanan wisata yang khusus untuk melayani perjalanan ziarah ini. “Tujuannya agar kita dapat membina, mengayomi, meningkatkan kompetensi, integritas dan perilaku profesional dari setiap anggota penyelenggara wisata ziarah rohani kristiani,” ujar Maurizio Arifin.

Selain itu dibentuknya IPTAA juga untuk menerapkan standar kompetisi yang sehat, dan membangun kode etik serta membantu sesama anggota biro perjalanan wisata ziarah rohani

Terbentuknya IPTAA dimulai dari pertemuan pertama yang bertempat di Jakarta pada 3 Mei 2018 di mana pada pertama kalinya asosiasi ini memakai nama NAICIPTA (National Association of Indonesia Christian Pilgrimage Travel Agencies ) sampai akhirnya pada 2 November 2018 berdirilah IPTAA (Indonesia Pilgrimage Travel Agencies Association ) berdasarkan akte notaris dengan 54 anggota.

“Namun dalam perjalanannya baru 34 anggota yang bergabung ketika IPTAA dideklarasikan. Sisa 20 anggota lainnya masih mengurus kelengkapan,” ujar Maurizio Arifin.

“Kami berharap asosiasi ini menjadi wadah bagi penyelenggara wisata ziarah rohani Kristiani yang profesional, bertanggung jawab, bermoral, dan melayani pelanggan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan nilai Kristiani, serta dapat memajukan semua anggotanya,” kata dia.

Di kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof Dr Thomas Pentury mengatakan, dengan terbentuknya IPTAA, perjalanan ziarah rohani harus dimaknai sebagai bagian dari proses liturgi iman, sehingga perlu dilaksanakan dengan baik. Thomas berharap asosiasi ini dapat memainkan perannya dengan baik.

“Tentu tidak mudah bagi IPTAA. Sebab, itu harus ada regulasi yang dapat mengatur perilaku semua anggota,” katanya.

Untuk itu pihaknya berharap, IPTAA harus menggagas tata kelola penyelenggaraan wisata rohani, agar kegiatan ibadah liturgis umat yang ingin memaknai keimanan ini, berlangsung aman dan lancar. IPTAA juga harus mampu mengatasi persoalan di lapangan, apalagi sampai saat ini belum ada hubungan diplomatik Indonesia dan Israel.

”Asosiasi ini harus mengayomi para anggotanya, jangan sampai terjadi lagi peserta ziarah terlantar di Israel,” kata dia

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here