Kejadian Di KGPM Pulomas Bisa Berdampak Pada Psikologis Anak

0
Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini, Ivan Rinaldi. Foto: Dok. Pribadi
- Advertisement -Otohits.net, fast and efficient autosurf

WartaMaya.Id, Jakarta- Dunia anak merupakan dunia yang penuh kegembiraan dan jauh dari kekerasan, demikian pendapat dari Ivan Rinaldi, seorang pemerhati pendidikan anak usia dini. Ia menyesalkan kejadian yang menimpa anak-anak Sekolah Minggu Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) jemaat Sidang Daniel di Sabtu Ceria, Sabtu (23/09/2017) lalu di Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur. Menurut Ivan, kejadian itu bisa berdampak pada psikologis anak-anak.

Saya sangat menyesalkan kejadian (kekerasan) itu. Terlebih dilakukan oleh orang dewasa yang seharusnya memberikan contoh yang baik di depan anak-anak. Kalau sudah begitu bagaimana psikologis anak? Seharusnya yang dewasa itu memahami,” jelas Ivan Rinaldi yang juga saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) kepada WartaMaya, Senin, (25/09/2017).

Baca Juga :  Sekum PGI: "PGI Tidak Kirim Utusan Di Milad FPI"
MNS alias Joker, mengaku khilaf. Iamembawa kampak dan gergaji karena saat itu dia baru pulang kerja. Foto: Istimewa

Lebih lanjut dikatakan Ivan, bahwa kejadian yang menimpa anak-anak Sekolah Minggu KGPM tentu akan berdampak pada psikologis mereka. Trauma psikologis itu harus segera dipulihkan kembali dan itu perlu waktu, sekalipun pada hari Minggunya (24/09/2017) suasana sudah kondusif, namun trauma tindakan kekerasan itu akan tetap membekas pada anak-anak. Untuk itu, Ivan berharap agar pelaku kekerasan verbal di depan anak-anak Sekolah Minggu KGPM harus diproses sesuai hukum yang berlaku, karena selain bertentangan dengan konstitusi yang menjamin hak untuk beribadah setiap warga negara, kejadian yang menimpa anak-anak Sekolah Minggu KGPM Sidang Daniel itu merupakan bentuk kekerasan terhadap anak.

- Advertisement -
loading...

Diketahui lewat video yang viral di sosial media, seorang pria dewasa dengan membawa kampak dan gergaji berusaha membubarkan Kebaktian Sabtu Ceria anak-anak Sekolah Minggu KGPM. Kendati kebaktian tersebut sudah mendapatkan izin dari pihak Rusun, pria yang diketahui bernama Joker itu tetap berteriak di depan anak-anak dan ibu-ibu jemaat KGPM dengan suara keras, sontak suasana menjadi panik dengan suara tangisan dari anak-anak Sekolah Minggu yang ketakutan. Sabtu ceria pun, menjadi Sabtu yang mencekam. Kejadian itu membuat banyak pihak mengecam aksi dari Joker yang juga penghuni Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur. Pihak Kepolisian berusaha meredam suasana dengan memediasi pihak yang bersitegang, mediasi itu menghasilkan surat pernyataan dari Joker yang menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama lagi.

- Advertisement -