Berapakah Usia yang Ideal Untuk Memperkenalkan Gadget Pada Anak?

0
Broer Ivan (mengenakan jas hitam). Foto: Istimewa
- Advertisement -Otohits.net, fast and efficient autosurf

Broer Ivan yang baik hati.

Saya memiliki masalah dalam mendidik anak saya. Karena perkembangan teknologi, saya mengira akan mampu menuai berbagai manfaat positif dari perkembangan tersebut. Sehingga, saya memutuskan untuk membelikan sebuah smart phone untuk putra saya yang baru berusia 8 tahun, sebagai sarana belajar sekaligus hadiah atas prestasi dan perilakunya yang selalu mendengar kata-kata dari orang tua.  Tapi belakangan saya baru merasakan kalau anak saya menjadi susah belajar, apalagi kalau sudah memainkan game kesukaannya. Bahkan sukar sekali untuk memintanya makan, bila sudah tiba waktunya. Saya pun ikut merasa khawatir prestasinya di sekolah akan ikut terpengaruh karena kebiasaanya yang mulai susah lepas dari smart phone tersebut. Ada 3 hal yang ingin saya tanyakan ke Broer selaku orang yang berpengalaman dalam mendidik anak.

  1. Apakah saya terlalu cepat dalam memberikan smart phone untuk putra saya?
  2. Berapakah usia yang ideal untuk memperkenalkan gadget kepada anak?
  3. Adakah pengaruh buruk lainnya yang menghantui putra saya sebagai efek negatif dari penggunaan gadget secara berlebihan?

Kiranya Broer mau menanggapi keluhan saya ini.

- Advertisement -
loading...

Terima kasih.

Maggy Warouw (28)- Manado, Sulawesi Utara

 

Ibu Maggy Warouw di Manado, Sulawesi Utara

Perlu diingat, semakin canggih sebuah Telepon Selular (Ponsel) maka semakin tinggi pula risiko yang bakal dihadapi jika anak salah menggunakannya. Kehadiran Ponsel, terutama Smart Phone (Ponsel Pintar), tetap tidak dapat menggantikan peran orangtua dalam mendidik anak. Karena itu komunikasi dua arah dengan anak tetap yang utama dan san`gat dibutuhkan.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini membuat kehidupan kita juga bertambah maju, khususnya ketika kita melakukan komunikasi yang tidak mengenal batasan jarak dan waktu. Pada dekade 60-an penggunaan telepon hanya bisa diakses melalui rumah ataupun kantor dan belum semua daerah di Indonesia bisa terhubung dikarenakan keterbatasan jaringan tersebut. Akan tetapi di era tahun 90-an, Ponsel mulai umum dipakai oleh masyarakat Indonesia. Jaringan juga sudah begitu baik sehingga daerah–daerah di Indonesia yang sangat luas bisa terhubung dalam sekejap. Tahun 2000-an menjadi era penanda dimana Ponsel Pintar menjadi gadget primadona yang umum digunakan ketika ingin mengakses informasi apapun melalui jaringan internet. Dunia tidak mengenal lagi batas, dan itulah bagian dari kemajuan zaman.

Saat ini terdapat 281 juta pengguna Ponsel dan Ponsel Pintar, serta ada 132 juta pengguna internet di Indonesia (Harian Kompas 2016). Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-4 dunia dalam jumlah pemakaian Ponsel Pintar. Sekarang ini pemakai Ponsel dan Ponsel Pintar juga tidak terbatas hanya kalangan orang tua atau dewasa semata, tapi juga merambah pesat di tengah para remaja, bahkan telah menjangkau anak-anak mulai dari usia Sekolah Dasar.

Ibu Maggy yang baik, pastilah setiap orang tua ingin sekali membahagiakan anak-anaknya dan juga menginginkan mereka tumbuh menjadi pribadi yang moderen serta tidak ketinggalan zaman. Sehingga, para orang tua acap kali mengira dengan membelikan anak sebuah Ponsel Pintar dari tipe kecil sampai yang berukuran besar (Tablet). Tidak salah apa yang Anda lakukan, akan tetapi selaku orang tua Anda juga harus memiliki pedoman ketika memutuskan hendak memberikan gadget kepada anak. Kecendrungan anak yang menjadi malas belajar bahkan menunda waktu makan tentunya dapat  menimbulkan rasa khawatir dii dalam diri Anda. Apalagi sebagai orang tua Anda berkewajiban untuk mendampingi anak-anak agar tumbuh, berkembang dan memiliki karakter yang baik. Saya ingin menyampaikan, akan ada banyak hal-hal negatif yang timbul dan mempengaruhi anak Anda, jika sering berselancar di dunia maya tanpa mendapatkan pengawasan dari orang tua.

Berikut beberapa pedoman yang bisa dipakai  sebagai acuan ketika memberi gadget kepada anak :

  1. Lihatlah Usia Anak

Menurut saya, usia yang ideal untuk memperkenalkan gadget pada anak adalah ketika mereka sudah menginjak masa 10 hingga 14 tahun. Karena, saat berada pada masa itulah para seseorang dinyatakan siap berkomunikasi melalui medium gadget dan internet secara baik. Pada anak dibawah usia itu, penggunaan gadget untuk bermain game memang sangatlah mengasyikan. Tetapi pada anak-anak diusia 2 tahun ke atas lebih membutuhkan pengajaran dengan cara interaksi dan eksplorasi di dunia nyata. Jadi apabila para orang tua tetap mau membelikan  gadget untuk anaknya yang masih di bawah 10 tahun , pengunaannya  harus dibawah pengawasan ketat  dari  orang tua.

  1. Anak Perlu Tahu Mana Konten yang Negatif

Pengunaan gadget dan akses internet pada anak memerlukan tanggung jawab yang besar dari orang tua. Untuk itu orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak sebelum gadget tersebut diberikan kepada mereka. Sekali lagisaya tekankan, khusus bagi anak berusia dibawah 10 tahun harus mendapatkan pendampingan oleh orang tua dalam hal penggunaannya.

Berikan juga pemahaman seputar dampak buruk dari konten negatif yang terdapat di internet seperti;cyberbully, pornografi, free sex, radikalisme dan sebagainya. Anda bisa mengambil langkah-langkah proteksi agar anak tidak mengakses informasi-informasi negatif tersebut, namun alihkan ke hal-hal yang bersifat positif yang bisa didapat dari pengunaan gadget dan internet, terutama untuk meningkatkan prestasi belajar disekolah.

  1. Perhatikan Dampak Lain Dari Penggunaan Gadget Pada anak.

Ada dampak negatif yang harus diketahui para orang tua dan wajib diberitahukan kepada anak, saat mennggunakan gadget dan internet, yaitu:

  • Bahaya Kecanduan

Penggunaan gadget tanpa batas waktu yang ditentukan akan membuat anak kecanduan untuk selalu mempergunakan gadget dan internet dimana pun, kapan pun. Saat ini kita pasti pernah menemukan kondisi anak yang tak bisa lepas dari gadget, bahkan ketika hendak pergi ke toilet. Kalau sudah menunjukan indikasi kecanduan gadget seperti ini akan berimbas pada kondisi anak malas belajar dan melakukan aktivitas lainya, seperti berolah raga , bermain dan melemahkan kemampuan interaksi sosial di dalam  dirinya.

  • Bahaya Radiasi

Penggunaan gadget secara terus menerus akan menimbulkan bahaya radiasi yang berdampak kepada perkembangan sistem syaraf serta pendengaran anak. Anda dapat menggali informasi terkait hal ini melalui banyak jurnal yang diterbitkan oleh badan-badan kesehatan nasional dan internasional.

  • Lambat Memahami Pelajaran

Kebiasaan anak yang asyik dengan gadgetnya memiliki dampak kepada kecepatan daya tangkap anak dalam menerima pengajaran yang diajarkan oleh guru disekolahnya.

  • Mempengaruhi Psikologis Anak

Ketika Anak dengan mudah mengakses konten di internet yang berisi materi kekerasan dan dikonsumsi secara berkelanjutan, akan turut berdampak pula terhadap perkembangan psikologisnya. Tak menutup kemungkinan anak akan mudah emosi, berpotensi mengucapkan kata-kata kasar, melakukan perkelahian hingga melakukan bullying dan sejumlah perilaku anti-sosial lainnya. Ini tentu menganggu perkembangan karakter anak ke depan.

Perlu diingat, semakin canggih sebuah ponsel maka semakin tinggi pula resiko yang bakal dihadapi jika anak salah dalam menggunakannya. Gadget tidak dapat menggantikan peran orangtua dalam mendidik anak, karena itulah komunikasi dua arah dengan anak tetap yang utama dan sangat dibutuhkan

Jadi Ibu Maggy di Manado, pilihan ada di tangan ibu. Semoga tips yang diberikan saat ini dapat  berguna bagi ibu dan keluarga.

 Salam,

Broer Ivan

 

*Penulis adalah praktisi Pendidikan Anak Usia Dini dan pengamat bisnis

Bagi anda yang ingin berkonsultasi terkait Pendidikan Anak Usia Dini, silahkan mengirimkan email ke:

broerivanluntungan@gmail.com

- Advertisement -